Beritakota.id, Brebes – Sebanyak 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Brebes menghentikan sementara operasionalnya. Akibatnya, distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan siswa di sejumlah sekolah terpaksa terhenti sejak Senin, 8 Juni 2026.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, mengatakan puluhan SPPG yang tidak beroperasi itu terdiri atas 31 unit yang terkendala pencairan dana operasional dan 19 unit yang berstatus suspend karena belum memenuhi standar fasilitas.
“Ada 50 SPPG yang berhenti sementara. Sebanyak 31 karena dana belum cair dan 19 lainnya sedang suspend,” kata Arya, Senin.
Baca juga: Kementerian PU Selesaikan 222 SPPG untuk Program MBG di 30 Provinsi
Menurut Arya, keterlambatan pencairan dana operasional dari pusat menyebabkan sejumlah SPPG tidak dapat melanjutkan penyediaan makanan bagi penerima manfaat program MBG.
Ia menduga keterlambatan tersebut berkaitan dengan proses administrasi pada tingkat pejabat pembuat komitmen (PPK).
Meski demikian, pihaknya telah menerima informasi bahwa dana operasional dijanjikan mulai ditransfer pada hari yang sama.
Karena itu, BGN berharap layanan MBG dapat kembali berjalan setelah proses pencairan selesai.
Penutupan sementara puluhan SPPG berdampak langsung terhadap pelaksanaan program di sekolah. Ribuan siswa yang biasanya menerima paket makanan bergizi gratis tidak memperoleh layanan tersebut pada hari pertama penghentian.
Salah satu penerima manfaat, Fika Mulyaningrum, siswi SMP Negeri 1 Brebes, mengatakan dirinya tidak menerima makanan bergizi gratis seperti biasanya.
“Hari ini tidak dapat,” ujar Fika saat ditemui di sekolahnya.
Fika berharap program tersebut dapat segera berjalan kembali. Menurut dia, MBG membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Baca juga: Kasus Dugaan Jual Beli Titik SPPG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan
Hal serupa disampaikan Evan Jose Setiawan. Ia menilai program MBG bermanfaat bagi pelajar dan berharap penghentian sementara tidak berlangsung lama.
“Inginya diadakan lagi dengan lauk yang lebih variatif dan sehat supaya tidak membosankan,” kata Evan.
Penanggung Jawab Program MBG SMP Negeri 1 Brebes, Fakrurrozi, mengatakan pihak sekolah menerima pemberitahuan penghentian distribusi makanan dari pihak SPPG pada Minggu malam, 7 Juni 2026.
“Kami mendapat kabar semalam melalui grup WhatsApp. Katanya sementara berhenti dulu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya.
Menurut Fakrurrozi, sebanyak 734 siswa di SMP Negeri 1 Brebes merupakan penerima manfaat program MBG. Mereka terakhir menerima distribusi makanan pada pekan lalu.
Di tengah penghentian operasional tersebut, Arya menegaskan bahwa penutupan sementara 50 SPPG tidak berkaitan dengan kasus keracunan makanan maupun kejadian luar biasa (KLB). Khusus untuk 19 SPPG yang berstatus suspend, penghentian dilakukan setelah evaluasi menemukan fasilitas yang belum memenuhi standar.
“Kalau ada temuan fasilitas yang belum sesuai standar, dilakukan sidak dan dibuat berita acara perbaikan. Jika dalam dua minggu tidak ada progres, statusnya bisa naik menjadi suspend,” kata Arya.
Ia juga memastikan selama program MBG berjalan di Brebes belum pernah terjadi KLB. Temuan yang pernah muncul hanya berkaitan dengan menu makanan yang dinilai tidak layak di wilayah Losari, Salem, dan Banjarharjo.
“Selama program ini berjalan belum pernah terjadi KLB. Hanya ada tiga kasus menu tidak layak dan semuanya sudah ditangani, termasuk dengan pemberlakuan suspend,” ujar Arya.

