Beritakota.id, Gresik – Musyawarah Nasional (Munas) Organisasi (Oi) yang berlangsung meriah di Wisma Ahmad Yani, Gresik, Jawa Timur, pada 22-23 November 2025, ditutup dengan semangat persatuan yang membara. Acara yang dihadiri ratusan delegasi dari seluruh Indonesia ini menekankan pentingnya menjaga semangat nasionalisme di tengah arus globalisasi yang terus menguat.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang membuka secara resmi Munas Oi, menekankan bahwa rasa cinta tanah air harus terus dipupuk sebagai fondasi kokoh bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global. Emil terkesan dengan momen ketika seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam tiga stanza, sebuah simbol semangat kebangsaan yang kuat.
“Momen itu mengingatkan kita bahwa rasa cinta tanah air harus semakin kuat. Ini fondasi agar bangsa tetap kokoh menghadapi tantangan global,” ujar Emil. Ia juga menyoroti peran penting kepala daerah dalam mengelola keberagaman di wilayahnya, menekankan pentingnya menghindari penguatan sentimen kedaerahan yang berlebihan. “Bangga jadi orang Jawa Timur boleh, tetapi bukan berarti Jawa Timur lebih penting daripada Indonesia,” tegasnya.
Baca Juga : Hidayatullah Gelar Munas ke-VI: Perkuat Sinergi Umat Menuju Indonesia Emas 2045
Munas Oi 2025 menjadi momentum penting bagi organisasi yang berdiri pada 16 Agustus 1999 ini. Setelah melalui proses yang kondusif, Soedik Purnomo terpilih sebagai Ketua Umum Oi periode 2025-2029.
Gus Yasin, Ketua Penyelenggara Munas, mengungkapkan bahwa 154 delegasi hadir dari seluruh struktur organisasi di Indonesia. “Kami berharap kepengurusan baru membawa semangat pembaruan dan memperluas kontribusi Oi dalam kegiatan sosial, seni, dan pemberdayaan penggemar Iwan Fals,” ujarnya. Partisipasi yang tinggi ini mencerminkan soliditas internal Oi serta komitmen anggotanya dalam memperkuat kontribusi organisasi di masyarakat.
Dalam sambutannya, Soedik Purnomo, ketua umum terpilih, menyampaikan harapannya agar seluruh anggota dapat membangun Oi dengan semangat kekeluargaan dan mengembalikan fokus pada kegiatan sosial. “Mari kita bangun Ormas Oi ke depan bersama dengan pilar seni, olahraga, pendidikan, agama, dan niaga yang kita punya,” kata Soedik.
Munas Oi 2025 menegaskan kembali peran organisasi ini sebagai wadah yang tidak hanya bergerak di ranah seni dan komunitas penggemar, tetapi juga di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat. Penutupan Munas diwarnai dengan seruan untuk memperkuat persatuan, kolaborasi, dan pengabdian organisasi terhadap bangsa melalui berbagai program yang akan dijalankan ke depan. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)

