Beritakota.id, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menantang pihak yang menuding Komisaris PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Aisyah Zakkiyah sebagai keponakannya untuk membuktikan tuduhan tersebut. Bahkan, Dody menawarkan hadiah berupa paket umrah bagi siapa pun yang mampu menunjukkan bukti hubungan keluarga tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Dody kepada wartawan usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

“Saya kasih sayembara, kalau bisa dibuktikan,” kata Dody.

Menteri PU itu menegaskan, hadiah umrah tidak hanya diberikan kepada individu yang berhasil membuktikan tuduhan tersebut, tetapi juga untuk keluarganya. “Saya kasih umrah, sekeluarga semua. Saya kasih waktu satu bulan,” ujarnya.

Enggan Membenarkan atau Membantah

Saat kembali ditanya apakah Aisyah Zakkiyah benar merupakan keponakannya, Dody tidak memberikan jawaban tegas.

Ia memilih meminta publik dan media mencari sendiri fakta terkait isu tersebut.

“Ya pikir sendiri lah,” ucapnya singkat.

Sikap tersebut muncul di tengah ramainya perbincangan publik mengenai penunjukan Aisyah Zakkiyah sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk.

Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo Lantik Tiga Pejabat Strategis

Penunjukan Komisaris PT PP Jadi Sorotan

Nama Aisyah Zakkiyah menjadi perhatian setelah ditetapkan sebagai Komisaris PT PP dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Dalam keputusan tersebut, Aisyah menggantikan Ernandhi Sudarmanto sebagai komisaris perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.

Penunjukan itu memicu berbagai tanggapan di ruang publik, termasuk pertanyaan mengenai latar belakang, kompetensi, hingga dugaan adanya hubungan kekerabatan dengan Menteri PU Dody Hanggodo.

Sejumlah pihak di media sosial bahkan mengaitkan pengangkatan Aisyah dengan isu nepotisme. Namun hingga kini belum terdapat bukti yang mengonfirmasi adanya hubungan keluarga sebagaimana tuduhan yang beredar.

Melalui pernyataan terbukanya, Dody Hanggodo justru menantang pihak yang menyebarkan isu tersebut untuk membuktikannya secara fakta dalam waktu satu bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *