Beritakota.id, Jakarta – Semangat membangun pendidikan yang inklusif menjadi inspirasi penyelenggaraan Lomba dan Pameran Fotografi Nasional “Sekolah Rakyat” 2026. Kegiatan ini mengajak fotografer profesional, jurnalis foto, pegiat fotografi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum untuk mengabadikan berbagai sisi kehidupan dan aktivitas di Sekolah Rakyat melalui karya visual yang inspiratif.

Lomba yang diselenggarakan Asosiasi Fotografi Indonesia (AFI) bersama Majalah MATA dan PT Basik tersebut bertujuan menghadirkan narasi visual mengenai transformasi pendidikan Indonesia sekaligus memperkenalkan Sekolah Rakyat sebagai ruang tumbuhnya harapan, karakter, dan masa depan generasi bangsa.

Anggota dewan juri sekaligus kurator fotografi, Arbain Rambey, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai perkembangan Sekolah Rakyat di Indonesia.

“Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, karya-karya terbaik juga akan dipamerkan kepada publik sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta sekaligus media edukasi mengenai perkembangan Sekolah Rakyat di Indonesia,” ujar Arbain Rambey dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, tema “Sekolah Rakyat” dipilih untuk mengangkat berbagai kisah inspiratif dari lingkungan pendidikan melalui medium fotografi.

Melalui lomba ini, penyelenggara berharap masyarakat turut berpartisipasi mendokumentasikan perkembangan dunia pendidikan sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi para fotografer Indonesia.

Kategori yang dilombakan terdiri atas Foto Jurnalistik, yang menampilkan momen nyata aktivitas pembelajaran dan kehidupan di Sekolah Rakyat, serta Foto Human Interest yang mengangkat ekspresi, emosi, perjuangan siswa, tenaga pendidik, maupun masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Ketua Panitia, Freddy Kamto, menjelaskan kompetisi ini terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia, baik fotografer profesional maupun amatir, mahasiswa, pelajar, jurnalis foto, hingga masyarakat umum.

Baca juga: Bupati Paramitha Sosialisasikan MPLS, 209 Calon Siswa Sekolah Rakyat Ikuti Cek Kesehatan

Ia menegaskan bahwa peserta tidak dipungut biaya pendaftaran dan dapat mengirimkan maksimal lima karya foto, kecuali untuk kategori foto esai.

“Foto yang dikirim harus merupakan karya asli milik peserta dan belum pernah menjadi pemenang pada lomba fotografi lainnya,” kata Freddy.

Panitia akan memberikan penghargaan kepada para pemenang di setiap kategori, mulai dari Juara I, Juara II, hingga Juara III.

Selain itu, sebanyak 100 karya fotografi terbaik hasil kurasi dewan juri akan dipilih untuk dipamerkan dalam Pameran Fotografi Nasional “Sekolah Rakyat” yang akan berlangsung di Galeri Cipta I, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 21–25 Juli 2026.

Seluruh karya yang dipamerkan, termasuk karya para pemenang, akan mencantumkan identitas fotografer sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mendokumentasikan perjalanan Sekolah Rakyat.

Penyelenggara berharap Lomba dan Pameran Fotografi Nasional “Sekolah Rakyat” dapat menjadi momentum memperkuat kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan melalui kekuatan visual.

Setiap karya fotografi diharapkan tidak hanya menjadi gambar yang menarik secara artistik, tetapi juga mampu menyampaikan kisah tentang harapan, perjuangan, dan masa depan pendidikan Indonesia. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *