Beritakota.id, Bandung – Peringatan Hari Guru Nasional di SDN 204 Cidadap, Bandung, tahun ini terasa lebih hangat dan menyentuh. Para alumni lintas angkatan berinisiatif menggelar kejutan apresiasi bagi guru-guru yang pernah mendampingi mereka selama masa sekolah dasar. Aksi kecil yang lahir dari kerinduan dan rasa terima kasih itu berubah menjadi momen penuh haru, memperlihatkan kuatnya hubungan emosional siswa dengan para pendidik mereka.

Kegiatan apresiasi ini dirancang secara spontan namun penuh makna. Para alumni, bekerja sama dengan orang tua siswa, datang membawa hampers Yakult sebagai simbol ucapan terima kasih. Meski sederhana, hadiah tersebut dipilih karena melambangkan kebaikan, kesehatan, dan ketulusan hati—nilai yang selama ini ditanamkan para guru kepada murid-muridnya. Kejutan itu disambut antusias, terutama karena dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Baca juga : Hari Guru Nasional, Gubernur Khofifah: Para Guru Diminta Ciptakan Inovasi untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Kepala Sekolah, Ibu Ayi Okasih, S.Pd., mewakili seluruh guru, tak dapat menyembunyikan rasa terharunya saat menerima kejutan tersebut. “Para guru sangat bahagia dan tidak menyangka akan mendapat kejutan seperti ini. Ini menjadi penyemangat bagi kami semua,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Para guru lain pun terlihat saling tersenyum dan mengabadikan momen tersebut, seolah menegaskan betapa kecilnya yang mereka minta, namun betapa besar artinya ketika kerja keras mereka dihargai.

Tradisi apresiasi seperti ini sejalan dengan semangat Hari Guru Nasional yang dirayakan setiap 25 November, berdasarkan Keputusan Presiden No. 78 Tahun 1994, sekaligus memperingati hari lahirnya PGRI. Pada momen inilah masyarakat diingatkan kembali bahwa guru bukan sekadar pengajar, tetapi penjaga peradaban, pembentuk karakter, dan sumber inspirasi bagi generasi masa depan.

Inisiatif alumni SDN 204 Cidadap bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga penguatan jejaring silaturahmi antara alumni, orang tua, guru, dan sekolah. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain bahwa penghargaan kepada guru tidak harus megah—yang terpenting adalah keikhlasan dan kesediaan untuk kembali hadir, meski sebentar, untuk mengucapkan terima kasih.

Dengan sentuhan-sentuhan kecil namun bermakna seperti ini, perayaan Hari Guru Nasional menjadi lebih hidup dan mendalam. Guru merasa dihargai, siswa merasa terhubung kembali, dan sekolah menjadi ruang penuh memori yang tak lekang oleh waktu. Pada akhirnya, sebagaimana pepatah lama berkata, “Guru adalah pelita bagi gelapnya jalan kita.” Dan momen kecil di SDN 204 Cidadap hari ini telah kembali menyalakan cahaya itu. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *