Berita Kota, Jakarta – Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai apresiasi dari kalangan pengamat politik. Direktur Eksekutif Trias Politica Strategis, Agung Baskoro, menilai program ini sebagai langkah populis yang memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam menjamin akses nutrisi memadai agar masyarakat terhindar dari malnutrisi.
“Kita ada masalah soal stunting, soal kelaparan, dan sebagainya. Itu yang coba diatasi. Ada rujukan bahwa beberapa negara seperti Brazil dan India mampu menekan angka malnutrisi dan kelaparan melalui program serupa,” ujar Agung dalam perbincangan di kanal YouTube On Point Media.
Ia menyampaikan bahwa MBG layak mendapatkan dukungan publik karena menjadi penanda perubahan arah pembangunan nasional. “Suka atau tidak, membuat reorientasi pembangunan berbeda dari periode sebelumnya yang fokus pada infrastruktur. Sekarang, fokus pada manusia dengan meningkatkan kualitasnya,” tambahnya. Ia menilai langkah tersebut sebagai pondasi penting dalam memperkuat ketahanan bangsa.
Baca juga: Firman Soebagyo: Makan Bergizi Gratis adalah Investasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih jauh, Agung menilai kebijakan MBG sejalan dengan visi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, capaian pelaksanaan program yang sudah menghadirkan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan progres monumental.
Ia juga menggarisbawahi komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat implementasi program ini. “Ada keprihatinan besar Presiden terhadap nutrisi anak-anak Indonesia. Karena itu program ini harus segera berjalan, agar semakin banyak penerima manfaat—menyentuh 38 juta per hari. Itu luar biasa,” ucapnya.
Menurut Agung, dukungan dan apresiasi terhadap program MBG menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak hanya menjawab tantangan gizi hari ini, tetapi juga membangun fondasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan unggul di masa depan.

