Beritakota.id, Pahang, Malaysia – Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami) sukses menggelar agenda tahunan Rihlah dan Khaul yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, kegiatan yang menjadi wadah silaturahmi dan penguatan dakwah ini diselenggarakan di luar Indonesia, tepatnya di Pesantren Turath Nurul Anwar, Pahang, Malaysia, pada Sabtu (6/12). Keputusan ini merupakan arahan dari Syaikhona Wafi Maimoen Zubair, yang bertujuan mempererat hubungan dengan para ulama di negeri jiran.

Acara yang berlangsung selama 3-7 Desember ini diawali di Singapura dengan ziarah ke makam Habib Nuh Al Habsyi dan Habib Muhammad bin Muhammad Assatiri, serta kunjungan ke Masjid Sultan. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Malaysia, menapaki jejak ziarah Syaikhona Maimoen Zubair. Kunjungan dilakukan ke Yayasan Al Jenderami Putrajaya, Surau Al Abror Majlis Taklim Tawfiq, silaturahmi di kediaman Ustadz Irfan, serta ziarah makam Syarifah Rodhiyah dan Syaikh Ismail di Malaka.

Puncak acara dipusatkan di Pesantren Turath Nurul Anwar, Pahang. Kegiatan utama meliputi pengajian kitab Hikam karya Syaikh Ibnu Athoillah dan Khaul Syaikh Said Romadhon Al-Bukhti. Hadir dalam kesempatan tersebut, Dato’ Sri Syed Ibrahim bin Syed Ahmad, Exco Hal Ehwal Agama Islam Negeri Pahang, yang mengapresiasi kegiatan ini.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan layak dikembangkan,” ujar Dato’ Sri Syed Ibrahim, menekankan eratnya hubungan sejarah perkembangan Islam di Malaysia dengan ulama Nusantara.

Perwakilan Alsyami, Gus Yasin Maimoen Zubair, yang kebetulan sedang berada di Malaysia dalam agenda kunjungan kerja, menyampaikan komitmen Alsyami untuk terus memperkuat silaturahmi dan menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.

Ustaz Ramzi bin Din, selaku tuan rumah, mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran para ulama dan alumni Syam dari Indonesia. Ia juga menyebutkan bahwa salah satu pengasuh Pondok Turath Nurul Anwar, Ustadz Abdullah Anas, juga berasal dari Indonesia, yang menjadikan momentum ini sebagai silaturahmi yang sangat berharga.

Rombongan Rihlah Singapura-Malaysia ini dipenuhi oleh ulama-ulama terkemuka dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, diantaranya KH. Wafi Maimoen Zubair, KH. Sihabudin, KH. Lutfillah Aufa, KH. Hakim Banjarnegara, dan masih banyak lagi.

Rangkaian acara ditutup dengan ziarah ke makam Kapitan Keling di Penang sebelum kembali ke Indonesia.

Dengan terselenggaranya kegiatan lintas negara ini, Alsyami berharap jalinan keilmuan, dakwah, dan persaudaraan antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura semakin erat dan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Sebuah bukti nyata komitmen Alsyami dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *