Beritakota.id, Jakarta -Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi, yakni 189 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara Angka Kematian Bayi (AKB) berada pada kisaran 17–23,5 per 1.000 kelahiran hidup. Berbagai faktor seperti pendarahan, preeklamsia, infeksi, hingga keterlambatan diagnosis dan rujukan menjadi penyebab utama tingginya angka tersebut.

Untuk menjawab tantangan itu, United Nations Population Fund (UNFPA) bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Rumah Zakat berkolaborasi membentuk program “Kawal Ibu Hamil” atau “Kawal Bumil”. Program yang berjalan sepanjang 2025 ini bertujuan mengoptimalkan serta menginduksi pemanfaatan dana zakat dalam peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

Program Kawal Bumil dilaksanakan di 10 wilayah, yakni Kelurahan Sukamulya (Kuningan), Desa Sukamanah (Sukabumi), Desa Majasari (Garut), Desa Rawapanjang (Bogor), Desa Sukamaju (Sumatra Utara), Desa Buahbatu (Bogor), Desa Karama (Sumatra Barat), Desa Dukuh (Brebes), Kelurahan Kraton (Magetan), serta Desa Telaga Waru (NTB).

Sepanjang pelaksanaannya, program ini berhasil melatih 400 tenaga kesehatan, merekrut dan melatih 319 kader, serta menjangkau 458 ibu hamil. Selain itu, sebanyak 183 ibu hamil berisiko tinggi menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 112 ibu hamil tercatat mengalami peningkatan status gizi.

Program Analyst UNFPA Indonesia, Oldri Sherly Mukuan, menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi strategis untuk menurunkan angka kematian ibu. “Kami melihat relawan Rumah Zakat sangat dipercaya di level masyarakat, sehingga ini merupakan kesempatan baik untuk membantu ibu hamil dan mendampingi mereka hingga bersalin dengan aman. Sementara PKBI berperan memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi,” ucapnya di Jakarta, Kamis (11/12).

Direktur Eksekutif PKBI DKI Jakarta, Adityas Putri Utama, menambahkan bahwa dampak kolaborasi tersebut sudah mulai terlihat. “Kami membantu relawan Rumah Zakat memberikan edukasi kepada masyarakat dan ibu hamil. Urusan kehamilan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga pasangan dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, Head of Strategic and Global Partnership Division Rumah Zakat, Joko Pamungkas, menerangkan bahwa pihaknya menempatkan 10 relawan di 10 wilayah sasaran. Para relawan mendampingi ibu hamil dan terlibat dalam berbagai kegiatan terpadu. “Program ini juga berpotensi menurunkan angka stunting, karena stunting dimulai sejak kehamilan. Karena itu ibu hamil perlu didampingi agar kehamilan berjalan baik,” paparnya.

UNFPA Country Representative, Hassan Mohstashami, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak (KIA). “Kami sangat bahagia dan bangga terlibat dalam program ini. Kerja sama dengan berbagai mitra memberi kekuatan besar dalam mendorong keberhasilan program. Kami berharap inisiatif ini dapat direplikasi di lebih banyak wilayah di Indonesia,” pungkasnya. (Herman Rffendi / Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *