Beritakota.id, Jakarta – Pergantian tahun 2025 menuju 2026 menjadi momentum penting bagi industri perhotelan. Di tengah kebijakan pembatasan perayaan kembang api di Jakarta dan sekitarnya, hotel justru tampil sebagai ruang utama perayaan publik. Nemuru Hotels, jaringan hotel yang tersebar di Jabodetabek dan sekitarnya, memanfaatkan momen ini dengan menghadirkan rangkaian perayaan Tahun Baru 2026 bertema kreatif, sekaligus menegaskan peran sosial industri perhotelan melalui aksi kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera.
Sejumlah pelaku industri mencatat, periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) secara konsisten menjadi puncak okupansi hotel tahunan, terutama di kawasan perkotaan penyangga Jakarta. Data Kementerian Pariwisata dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa wisatawan domestik tetap menjadi tulang punggung pergerakan pariwisata akhir tahun, dengan hotel-hotel kota berperan sebagai destinasi utama perayaan, rekreasi singkat, dan berkumpul bersama keluarga.
Baca juga : Hangatnya Liburan Akhir Tahun di Nemuru Grand Bhuvana Ciawi
Menangkap tren tersebut, Nemuru Hotels merancang program Tahun Baru 2026 di berbagai unit dengan konsep berbeda—mulai dari pesta tematik, nostalgia musik, hingga perayaan ramah keluarga. Pendekatan ini sejalan dengan perubahan pola wisata urban, di mana hotel tidak lagi sekadar tempat menginap, melainkan ruang pengalaman dan hiburan alternatif.
Chief Executive Officer Nemuru Hotels, Ren Tobing, menegaskan bahwa perayaan Tahun Baru kali ini tidak hanya dimaknai sebagai hiburan semata.
“Rangkaian program Tahun Baru 2026 kami rancang bukan hanya untuk menghadirkan kemeriahan, tetapi juga sebagai ruang refleksi bersama. Di tengah euforia pergantian tahun, Nemuru Hotels tetap menaruh perhatian dan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera,” ujarnya.
Di saat sebagian hotel fokus pada perayaan, Nemuru Hotels—melalui salah satu pemegang sahamnya, Gapura Prima Group—ikut berpartisipasi dalam penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera. Bantuan berupa kebutuhan dasar seperti matras, selimut, obat-obatan, sembako, hingga susu UHT disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 11 Desember 2025.
Langkah ini mencerminkan kecenderungan baru di industri perhotelan, di mana pelaku usaha tidak hanya mengejar okupansi dan pendapatan akhir tahun, tetapi juga menempatkan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari narasi bisnis.
Nemuru Hotels juga menyesuaikan seluruh program perayaan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak mengizinkan pesta kembang api. Tanpa kehilangan atmosfer perayaan, hotel-hotel Nemuru menggantinya dengan hiburan kreatif yang aman dan inklusif.
“Kami sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah. Tanpa kembang api pun, kami ingin tamu tetap merasakan kehangatan dan kebersamaan malam Tahun Baru,” kata Ren Tobing.
Ragam Konsep di Setiap Unit
Perayaan Tahun Baru 2026 Nemuru Hotels tersebar di berbagai unit dengan karakter berbeda.
The Bellezza Suites by Nemuru menghadirkan “New Year Country Night Celebration” dengan nuansa country yang jarang ditemui di hotel kota.
Nemuru Grand Suites MT Haryono mengajak tamu bernostalgia lewat “Back Y2K – New Year Celebration”, sementara Nemuru Grand Bhuvana Ciawi mengusung konsep “Midnight Carnival” yang ramah keluarga dan anak-anak.
Bagi tamu yang menginginkan suasana lebih intim, Nemuru Stay BTC Bekasi menyajikan Acoustic Music Night, sedangkan Nemuru Hotel Ciputat menawarkan pesta penuh energi lewat “Glow Up New Year 2026 Celebration”. Nemuru Grand Bellevue Radio Dalam melengkapi pilihan dengan paket jamuan makan malam Tahun Baru bernuansa elegan.
GM Cluster & Business Development Nemuru Hotels, Astrid R.A. Luhulima, menilai diferensiasi konsep menjadi kunci di tengah tingginya persaingan akhir tahun.
“Kami ingin setiap tamu punya cara sendiri untuk merayakan Tahun Baru—bersama keluarga, pasangan, atau sahabat—tanpa mengesampingkan kenyamanan dan nilai kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Marketing Manager Nemuru Hotels, Reza Gantina, menyebut seluruh rangkaian ini sebagai kampanye terpadu.
“Pesan utamanya adalah kebahagiaan, kebersamaan, dan kepedulian. Kami ingin tamu membawa pulang kenangan sekaligus semangat baru menyongsong 2026,” katanya.
Di tengah tingginya mobilitas wisata domestik akhir tahun dan meningkatnya okupansi hotel, perayaan Tahun Baru 2026 bersama Nemuru Hotels menunjukkan bagaimana industri perhotelan beradaptasi: menjadi pusat perayaan urban sekaligus simpul solidaritas sosial. Sebuah penanda bahwa industri ini tidak hanya hidup dari euforia, tetapi juga dari empati. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)

