Berita Kota, Jakarta – Menutup tahun 2025 sekaligus menyongsong satu dekade perjalanan perusahaan pada 2026, SUN Energy resmi meluncurkan SUN Hub, sebuah platform digital terintegrasi berbasis web yang dirancang sebagai portal pengelolaan proyek energi surya bagi mitra bisnis, khususnya di sektor industri.

SUN Hub dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang kian kompleks, tidak hanya dalam memantau kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tetapi juga dalam mengelola data proyek, mengoptimalkan pemanfaatan energi, serta meningkatkan kapabilitas internal melalui pembelajaran berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas keberlanjutan, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan pengelolaan energi yang terfragmentasi. Sejumlah studi global menunjukkan bahwa meski lebih dari 90 persen perusahaan telah menjalankan transformasi digital, hingga 95 persen di antaranya belum mencapai hasil optimal akibat kurangnya integrasi dan visibilitas data. Kondisi serupa kerap terjadi dalam pengelolaan PLTS industri yang tersebar di berbagai lokasi operasional.

Peluncuran awal SUN Hub ditujukan untuk menjawab tantangan tersebut, khususnya dalam pengelolaan PLTS sektor industri yang menuntut keandalan operasional, akurasi data, serta pengambilan keputusan berbasis informasi real-time.

CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar, menyampaikan bahwa SUN Hub dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata pelanggan di lapangan.

“Pengelolaan sistem PLTS industri melibatkan banyak data teknis, proses operasional, dan keputusan strategis setiap hari. Melalui SUN Hub, kami ingin menyederhanakan proses tersebut dalam satu platform terintegrasi, sehingga pelanggan dapat mengambil keputusan secara cepat dan akurat berbasis data real-time yang mudah diakses,” ujarnya, Selasa (30/12).

SUN Hub hadir sebagai satu platform dengan beragam fungsi strategis. Sebagai data management system, SUN Hub mengintegrasikan data teknis, operasional, finansial, hingga pelaporan keberlanjutan dalam satu portal terpusat, sehingga menjadi single source of truth bagi mitra bisnis dalam mengelola proyek energi surya.

Baca juga: SUN Energy, Developer PLTS Atap Nomor Satu di Indonesia

Sebagai energy management system, platform ini memungkinkan pemantauan performa PLTS secara real-time, mulai dari produksi dan konsumsi energi, tingkat efisiensi sistem, hingga estimasi penurunan emisi karbon. Informasi tersebut membantu pelanggan mengidentifikasi peluang peningkatan kinerja dan efisiensi operasional berbasis data.

Tak hanya itu, SUN Hub juga berfungsi sebagai learning management system yang menyediakan konten edukasi energi bersih secara terstruktur, meliputi modul pelatihan, referensi teknis, serta wawasan terkini seputar energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan literasi dan kapasitas internal pelanggan dalam mengelola transisi energi secara berkelanjutan.

Chief Sales Officer SUN Energy, Oky Gunawan, menambahkan bahwa pengembangan SUN Hub merupakan bagian dari peningkatan standar pengelolaan proyek energi di sektor industri.
“Seiring meningkatnya skala dan kompleksitas proyek energi surya industri, pelanggan membutuhkan sistem yang mampu mengelola data proyek secara rapi, konsisten, dan mudah ditelusuri. SUN Hub kami rancang sebagai fondasi pengelolaan proyek energi yang lebih tertib, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis,” jelasnya.

Pengembangan SUN Hub juga mencerminkan komitmen SUN Energy dalam meningkatkan pengalaman pelanggan secara end-to-end, mulai dari tahap implementasi hingga pengelolaan jangka panjang. Platform ini bersifat fleksibel dan scalable, sehingga dapat digunakan oleh perusahaan dengan satu fasilitas maupun mitra bisnis yang mengelola portofolio proyek energi di berbagai lokasi.

Sementara itu, Head of Marketing SUN Group, Anggita Pradipta, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan roadshow kepada mitra bisnis untuk memperkenalkan SUN Hub.

“Kami ingin memastikan transformasi digital ini benar-benar memberi nilai tambah bagi pelanggan. Melalui pendampingan langsung, pelanggan dapat memahami kinerja energi dan dampak keberlanjutan yang dihasilkan sebelum implementasi SUN Hub diperluas secara bertahap ke seluruh proyek SUN Energy di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar platform digital, SUN Hub berperan sebagai enabler agenda keberlanjutan mitra bisnis. Dengan penyajian data konsumsi energi, kinerja sistem, dan dampak lingkungan yang terstruktur serta transparan, SUN Hub mendukung kebutuhan pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta meningkatkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi standar dan regulasi keberlanjutan yang terus berkembang. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *