Beritakota.id, Jakarta – Perum BULOG berhasil mencatatkan sejarah baru di tahun 2025 dengan capaian penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebanyak 4.537.490 ton. Angka ini setara dengan pengadaan beras nasional sebesar 3.191.969 ton, yang menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjaga kesinambungan produksi serta pendapatan petani.
Dalam Konferensi Pers Awal Tahun, Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi fase krusial penguatan peran BULOG di seluruh rantai pangan nasional.
“Tahun 2025 adalah momentum konsolidasi peran BULOG sebagai stabilisator pangan nasional. Fokus kami jelas: melindungi petani, menjaga cadangan pangan, dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang stabil dan terjangkau,” ujarnya. Selain beras, BULOG juga menyerap jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton.
Untuk menjaga stabilitas harga dan akses pangan terjangkau bagi masyarakat, BULOG telah menyalurkan Bantuan Pangan sebesar 708 ribu ton dan SPHP Beras sebanyak 803 ribu ton. Inisiatif Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 4.337 titik juga sukses meraih penghargaan MURI.
Stok PSO BULOG hingga akhir 2025 tercatat sebesar 3,25 juta ton, sementara penyaluran bantuan bencana di Sumatera mencapai 14.227 ton menunjukkan kesiapan negara dalam situasi darurat.
Memasuki tahun 2026, BULOG menyiapkan langkah strategis ambisius dengan target penyerapan gabah/beras setara 4 juta ton dan jagung 1 juta ton. Selain itu, BULOG akan menyalurkan 720.000 ton Bantuan Pangan untuk 18 juta PBP dan 1,5 juta ton Beras SPHP untuk seluruh masyarakat.
Rencana pembangunan 100 infrastruktur pascapanen juga menjadi prioritas guna memperkuat pengelolaan hasil pangan dari hulu ke hilir, menegaskan komitmen BULOG sebagai pilar stabilisasi pangan nasional.

