Beritakota.id, Brebes – Kondisi jalan rusak dan berlumpur di Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, dikeluhkan warga. Jalan tersebut menjadi akses utama menuju tiga pedukuhan, yakni Dukuh Salagading, Garogol, dan Kampung Adat Jalawastu.

Warga menyebut kerusakan jalan itu sudah berlangsung lama dan belum juga diperbaiki meski telah beberapa kali dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes.

Setiap hari, warga terpaksa melintas di jalan berlumpur untuk bekerja, bersekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.

Reza, 36 tahun, sopir yang setiap hari melewati jalur tersebut, mengatakan kondisi jalan sudah tidak layak dilalui kendaraan.

Hingga kini, menurut dia, belum ada perbaikan sama sekali.

“Warga mengeluh karena jalannya rusak parah dan berlumpur. Anak-anak sekolah juga setiap hari harus lewat sini,” kata Reza, Jumat, (2/1/2026).

Menurut Reza, jalan sepanjang sekitar lima kilometer itu merupakan satu-satunya akses warga menuju pusat kota.

Ia menyebut ratusan kepala keluarga di tiga pedukuhan menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jalur tersebut, termasuk untuk ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

“Warga taat membayar pajak, tapi jalannya tidak diperbaiki. Itu yang diprotes,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Waoman, 32 tahun. Ia mengatakan jalan tersebut menjadi akses utama warga menuju pasar dan puskesmas atau rumah sakit. Jarak yang cukup jauh ditambah kondisi jalan rusak membuat aktivitas warga semakin sulit.

“Sudah sering dikeluhkan, tapi tidak ada respons dari pemerintah,” kata Waoman.

Jalan Ciseureuh–Jalawastu juga rutin dilalui pejabat Pemerintah Kabupaten Brebes setiap tahun saat menghadiri upacara adat Ngasa di Kampung Adat Jalawastu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Agus Pramono, mengatakan ruas Ciseureuh–Jalawastu–Salagading berstatus jalan poros yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Brebes saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *