Berita Kota, Depok – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menaruh perhatian serius terhadap maraknya informasi keliru dan hoaks seputar bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Aceh dan Pulau Sumatera. Sebagai respons, PWI Depok akan menggelar diskusi nasional bertema jurnalisme kebencanaan pada awal tahun 2026.

Kegiatan yang digelar bersama Forum Indonesia Emas ini mengusung tema “Profesionalisme Media dalam Pemberitaan Bencana” dengan subtema “Bangun Empati, Jaga Akurasi, dan Lawan Hoaks”. Diskusi dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026, di Sekretariat PWI Kota Depok, Jalan Merpati Raya, Pancoran Mas. Acara ini terbuka bagi anggota PWI serta wartawan dari organisasi profesi pers konstituen Dewan Pers lainnya.

Diskusi nasional tersebut dilatarbelakangi oleh bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang diikuti derasnya arus informasi tidak terverifikasi di media sosial. Di sisi lain, berbagai wilayah di Indonesia juga masih diperkirakan menghadapi potensi bencana alam sepanjang tahun ini.

Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam situasi kebencanaan, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penentu arah persepsi publik.

“Dalam kondisi darurat, pers harus mampu menjaga akurasi sekaligus membangun empati. Informasi yang keliru atau menyesatkan justru dapat memperparah situasi, memicu kepanikan, dan menghambat upaya kemanusiaan,” ujar Rusdy, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, pemberitaan yang tidak berimbang dan tidak terverifikasi berpotensi melemahkan solidaritas sosial serta mengganggu distribusi bantuan bagi korban bencana. Oleh karena itu, insan pers dituntut untuk menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan kepentingan publik.

Rusdy menambahkan, diskusi ini dirancang untuk menghadirkan sudut pandang yang komprehensif dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan pemerintah.

Salah satu narasumber yang dijadwalkan hadir adalah Dr. Ressi Dwiana, M.A., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia sekaligus peneliti komunikasi bencana. Ia akan membahas pentingnya literasi media dan edukasi publik agar masyarakat mampu menjadi netizen cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh hoaks.

Selain itu, dari unsur pemerintah, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., akan memaparkan materi mengenai profesionalitas komunikasi mitigasi bencana, termasuk strategi antisipasi, penanganan pascabencana, serta peran media dalam mendukung kebijakan kebencanaan nasional.

“Melalui diskusi ini, kami berharap lahir kontribusi nyata dari insan pers dalam menjaga kualitas informasi, memperkuat empati publik, dan mendukung upaya penanganan bencana secara berkelanjutan,” tutup Rusdy. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *