Berita Kota, Makassar – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menegaskan bahwa Sepak Takraw bukan semata cabang olahraga prestasi, melainkan warisan budaya bangsa yang telah hidup ratusan tahun di Nusantara. Karena itu, Indonesia dinilai sudah semestinya menjadi kekuatan utama Sepak Takraw di kawasan Asia Tenggara.

Penegasan tersebut disampaikan Marciano usai mengukuhkan dan melantik Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) masa bakti 2025–2029, H. Surianto, beserta jajaran pengurus, di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/1).

“Sepak Takraw merupakan cabang olahraga yang sangat erat dengan sejarah dan budaya bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari rumpun Melayu dan bangsa terbesar di Asia Tenggara, sudah semestinya Indonesia tampil terdepan dalam prestasi Sepak Takraw,” tegas Marciano.

Ia mengingatkan bahwa Sepak Takraw telah dimainkan oleh leluhur bangsa Indonesia sejak sekitar abad ke-15, khususnya di wilayah Sumatera dan Sulawesi Selatan. Organisasi induk olahraga ini di Indonesia sendiri telah berdiri sejak 1971 dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (Perserasi), sebelum berkembang menjadi PSTI.

Marciano juga menyoroti peran strategis Sulawesi Selatan dalam perkembangan Sepak Takraw nasional. Menurutnya, Makassar dan Sulsel merupakan “rumah” bagi Sepak Takraw Indonesia.

“Kita patut bersyukur pelantikan dan pengukuhan PB PSTI dilaksanakan di Makassar, karena daerah ini merupakan tempat berkembangnya Sepak Takraw Indonesia,” ujarnya.

Selain nilai sejarah dan budaya, Marciano menilai Sepak Takraw memiliki daya tarik tinggi bagi penonton karena karakter permainannya yang atraktif dan dinamis. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang solid dan komunikasi yang sehat antara pusat dan daerah.

“Bangun pola komunikasi yang baik antara pemimpin dan yang dipimpin. Terobosan apa pun tidak akan berjalan tanpa dukungan 34 pengurus provinsi PSTI. Jika ada perbedaan pendapat, pasti ada solusi. Untuk Indonesia, tidak ada alasan kita tidak bisa bersatu,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Marciano turut mengapresiasi program unggulan PB PSTI berupa Liga Sepak Takraw Indonesia yang dinilai sebagai terobosan penting dalam pembinaan atlet berkelanjutan.

Ketua Umum PB PSTI, H. Surianto, menjelaskan bahwa Liga Sepak Takraw Indonesia akan melibatkan seluruh pengurus provinsi di Tanah Air sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan secara berjenjang dan merata.

Baca juga: Sepak Takraw Indonesia Kehilangan Emas di SEA Games 2025

“Kami akan melaksanakan program andalan Liga Sepak Takraw Indonesia yang melibatkan seluruh pengurus provinsi. Ini menjadi kerja bersama untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi,” ujar Surianto.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembinaan tersebut diarahkan untuk mengangkat prestasi Indonesia di tingkat internasional. Secara paralel, PB PSTI juga memberi perhatian serius terhadap persiapan menghadapi agenda besar dunia.

“Insya Allah, Kejuaraan Dunia akan digelar di Malaysia pada Mei 2026 dan Asian Games 2026 di Jepang. Tentu ada target prestasi yang telah kami tetapkan,” ungkapnya.

Surianto juga menegaskan dedikasi pribadinya terhadap Sepak Takraw. Ia mengaku mencintai dan pernah aktif bermain olahraga tersebut, bahkan sempat mengalami cedera serius.

“Saya cinta Sepak Takraw dan saya bermain Sepak Takraw. Karena itu saya ingin mengabdikan diri sepenuhnya untuk olahraga ini,” katanya.

Sejumlah langkah awal pun telah dilakukan PB PSTI sebelum pelantikan, antara lain pendaftaran organisasi ke kementerian terkait untuk memperoleh status badan hukum, penyusunan Mars PSTI, peluncuran situs resmi PSTI, serta penyiapan kantor baru PB PSTI di Lantai 15 FX Senayan, Jakarta.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Suherman, menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan merupakan salah satu lumbung atlet Sepak Takraw nasional yang telah banyak menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap terjalin sinergi yang kuat antara PSTI dan pemerintah daerah dalam pembinaan serta pengembangan atlet.

PB PSTI sendiri memiliki modal prestasi dari ajang SEA Games 2025 di Thailand. Pada kejuaraan tersebut, Tim Sepak Takraw Indonesia berhasil meraih satu medali perak dan empat medali perunggu.

Medali perak dipersembahkan oleh Tim Kuadran Campuran, sementara empat medali perunggu diraih dari nomor Regu Putri, Regu Putra, Beregu Putri, dan Beregu Putra. Capaian tersebut menjadi pijakan awal PB PSTI di bawah kepemimpinan H. Surianto untuk menatap tantangan yang lebih besar di tingkat Asia dan dunia. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *