Beritakota.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91 yang berdampak signifikan pada kondisi cuaca di Indonesia pada hari Rabu, 14 Januari 2026. Fenomena ini, bersama dengan dinamika atmosfer lainnya, diperkirakan memicu potensi hujan lebat di sepuluh provinsi, sehingga membutuhkan peningkatan kesiapsiagaan dari masyarakat.
Prakirawan BMKG, Yuyun, menjelaskan bahwa posisi bibit siklon terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua Barat Daya. Sistem ini tercatat memiliki tekanan udara minimum 1004 hPa dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan bergerak ke arah barat laut. Meskipun diprediksi memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kehadiran bibit siklon ini tetap menjadi perhatian serius.
Selain Bibit Siklon 91, BMKG juga memantau adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia Selatan Bali serta sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh dan utara Papua Nugini.
Kombinasi fenomena atmosfer ini membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) dan pertemuan arus angin (konfluensi) yang memanjang di beberapa wilayah strategis, termasuk dari perairan selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Barat, serta di wilayah Aceh hingga Sumatera Utara dan pesisir timur Papua. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang area yang terlewati.
Menyikapi potensi tersebut, BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat di sepuluh provinsi yang meliputi Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.
Beberapa kota besar seperti Bandar Lampung, Pangkal Pinang, dan Kupang perlu mengantisipasi hujan disertai petir. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan turun di Yogyakarta, Tanjung Selor, Ternate, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke, serta hujan ringan di berbagai kota lainnya.

