Beritakota.id, Jakarta – Aceh Tengah kembali belajar tentang makna kebersamaan. Di tengah sisa-sisa lumpur dan material batu yang menutup fasilitas kesehatan desa, prajurit TNI dan warga setempat memilih tidak menunggu—mereka bergerak bersama.
Pada Sabtu (10/1/2026), prajurit TNI bersama masyarakat Desa Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, melaksanakan gotong royong membersihkan Poliklinik Kesehatan Desa (Polindes) yang terdampak bencana alam. Kegiatan ini dipimpin oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Kodim 0106/Aceh Tengah, bersinergi dengan personel YTP 856/SBS, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan layanan kesehatan masyarakat.
Baca juga : TNI Bangun Rusun Modern, Dorong Kesiapsiagaan dan Kualitas Hidup Prajurit
Sejak pagi, lumpur yang telah mengeras terlihat menutupi bagian dalam dan luar bangunan Polindes. Material batu berserakan di halaman, sementara saluran drainase tersumbat, membuat fasilitas tersebut tidak dapat difungsikan. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada pelayanan kesehatan warga desa, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan akses medis cepat dan aman.
Tanpa sekat antara seragam dan pakaian kerja warga, prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu membersihkan ruangan, mengangkat batu, serta menormalisasi saluran air. Tidak ada instruksi keras, tidak ada jarak—yang ada hanyalah semangat kebersamaan untuk mengembalikan fungsi Polindes sebagai ruang harapan dan pelayanan.
Pasi Ops Kodim 0106/Aceh Tengah, Kapten Inf Supriadi, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nyata mendampingi masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana.
“Seluruh personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama jajaran terkait akan terus bersinergi dan hadir membantu proses pemulihan hingga kondisi benar-benar pulih. Kami siap memberikan perbantuan kepada pemerintah daerah, baik dalam bentuk tenaga, dukungan moral, maupun material,” ujarnya.
Bagi warga, kehadiran TNI bukan sekadar bantuan fisik, tetapi juga penguat semangat di tengah keterbatasan. Sutrisno, salah seorang warga Desa Toweren Uken, mengaku sangat terbantu dengan dukungan yang diberikan.
“Dengan tenaga dan peralatan yang terbatas, kami tidak mungkin bisa membersihkan Polindes secepat ini. Kehadiran TNI sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Ia berharap Polindes dapat segera kembali beroperasi agar pelayanan kesehatan bagi warga tidak lagi terhambat. Lebih dari itu, Sutrisno juga berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga.
“Kami merasa tidak sendiri. Semoga kebersamaan dan kepedulian TNI kepada masyarakat terus berlanjut, dan desa kami bisa segera pulih,” pungkasnya.
Di Aceh Tengah, gotong royong hari itu bukan hanya tentang membersihkan lumpur. Ia menjadi penanda bahwa di tengah bencana, solidaritas tetap hidup—dan pemulihan selalu dimulai dari kerja bersama. (Lukman Hqeem)

