Beritakota.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Rabu (14/1/2026) kemarin. Kedatangan Airlangga, tidak hanya untuk memenuhi panggilan, melainkan juga untuk membahas isu krusial terkait kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia.

“Kita berkomunikasi untuk membahas negosiasi tarif Amerika,” ujar Airlangga Hartarto singkat saat tiba di markas antirasuah. Pertemuan tertutup ini turut dihadiri oleh jajaran eselon I dari berbagai kementerian strategis, termasuk Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. Kehadiran para pejabat ini menegaskan urgensi pembahasan isu perdagangan internasional yang berdampak langsung pada perekonomian nasional.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa fokus utama pertemuan antara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan pimpinan KPK adalah pada agenda pencegahan korupsi. “Benar, hari ini dijadwalkan pembahasan kajian di sektor pencegahan,” ungkap Budi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kajian tersebut mencakup aktivitas impor, dengan penekanan khusus pada sektor energi. Hal ini menjadi sorotan mengingat Amerika Serikat, melalui pengumuman Presiden Donald Trump pada 15 Juli 2025 lalu, telah menetapkan tarif sebesar 19 persen untuk sejumlah barang asal Indonesia sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan awal.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan integritas sektor vital melalui upaya pencegahan korupsi.

Negosiasi tarif perdagangan dengan AS yang alot memerlukan strategi matang, sementara kajian mendalam terhadap potensi praktik korupsi dalam impor energi diharapkan dapat meminimalisir kerugian negara dan memastikan kelancaran pasokan energi nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *