Berita Kota, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan masyarakat dapat membeli beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga maksimal lima pack atau 25 kilogram per orang mulai Februari 2026.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan akseptabilitas dan kemudahan akses beras SPHP bagi masyarakat pada 2026. Saat ini, Bapanas tengah memfinalisasi pemutakhiran dan penajaman petunjuk teknis penyaluran beras SPHP.

“Semula batas maksimal pembelian berada di dua pack per konsumen atau 10 kilogram. Ke depan direncanakan batas maksimal pembelian beras SPHP tahun 2026 menjadi lima pack per konsumen atau 25 kilogram,” ujar Sarwo saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Namun, kebijakan tersebut baru berlaku mulai Februari 2026. Pada Januari 2026, pembelian beras SPHP masih mengacu pada aturan lama, yakni maksimal dua pack per orang.

Sarwo menjelaskan hal itu merujuk pada kebijakan Kementerian Keuangan yang memperpanjang distribusi beras SPHP hingga 31 Januari 2026 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).

“Mulai Februari, sudah tersedia alokasi beras SPHP tahun 2026 sebesar 1,5 juta ton sepanjang tahun. Jadi tidak ada jeda penyaluran beras SPHP untuk masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah melalui Bapanas bersama Perum Bulog memastikan pasokan beras SPHP tetap tersedia di berbagai lini pasar, baik pasar tradisional, pasar modern, maupun instansi yang melaksanakan program SPHP. Saat ini, beras SPHP juga telah tersedia di ritel modern.

Menurut Sarwo, konsistensi penyaluran beras SPHP penting untuk menjaga stabilitas harga beras medium di pasaran. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, harga beras medium nasional mulai menunjukkan pergerakan stabil meski masih berada di sekitar Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ke depan, penyaluran SPHP akan dilakukan lebih selektif seiring meningkatnya produksi beras nasional menjelang panen raya. Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, produksi beras Januari diperkirakan mencapai 1,79 juta ton dan Februari sekitar 2,98 juta ton.

Sementara puncak panen raya diproyeksikan terjadi pada Maret dan April 2026 dengan produksi masing-masing bulan dapat mencapai hingga 5 juta ton.

“SPHP beras sudah kita buka untuk semua masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk mencoba mengonsumsi beras SPHP karena kualitasnya setara beras medium dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Sarwo.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan beras SPHP dengan kualitas yang tidak sesuai agar dapat dilakukan penggantian.

Terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada awal 2026 mencapai 3,2 juta ton, sehingga program SPHP dapat dijalankan secara optimal untuk menjaga stabilitas harga.

“Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi di hulu kuat, pengelolaan di tengah berjalan, dan penyerapan di hilir maksimal. Ini kunci menjaga swasembada dan stabilitas pangan,” ujar Amran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *