Beritakota.id, Brebes – Kinerja BPR Bank Brebes sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang semakin sehat. Hal ini tercermin dari capaian laba yang melampaui target serta kualitas penyaluran kredit yang terus membaik.

Direktur Utama BPR Bank Brebes, Dadan Hardiana Agustina, mengatakan bahwa kondisi bank daerah tersebut jauh lebih solid dibandingkan tahun sebelumnya.

“Secara kinerja, kondisi Bank Brebes jauh lebih sehat dibandingkan tahun lalu,” ujar Dadan saat ditemui awak media di Warung Tempoe Doeloe, Tegal, Selasa (27/1/2026).

Dadan menjelaskan, laba Bank Brebes pada 2025 ditargetkan sebesar Rp1,27 miliar, namun realisasi berhasil menembus Rp2,4 miliar. Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan penyaluran Multy Purpose Loan (MPL) atau pinjaman serbaguna yang dikelola secara prudent.

Suku bunga MPL ditetapkan sebesar 5,8 persen, lebih rendah dari target awal 6,3 persen, sebagai strategi menjaga daya saing produk sekaligus kualitas kredit.

“Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan kredit sejalan dengan kesehatan bank,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, Bank Brebes menyiapkan berbagai program loyalitas, seperti undian tabungan dan undian debitur lancar, guna meningkatkan partisipasi nasabah sekaligus menjaga kualitas pembayaran kredit.

Terkait penyaluran gaji, Bank Brebes semula merencanakan kerja sama untuk menyalurkan gaji sekitar 4.300 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. Namun setelah dilakukan kajian bersama organisasi perangkat daerah (OPD), realisasi penyaluran gaji baru mencapai sekitar 1.800 PPPK.

Baca juga: Peringatan 1 Muharram, Bank Brebes Santuni Anak Yatim

Dadan menambahkan, hasil survei kepuasan nasabah menunjukkan respons positif, terutama pada ketepatan waktu pembayaran gaji setiap tanggal 1 serta peningkatan layanan digital Bank Brebes.

Dalam pengembangan layanan perbankan, Dadan menjelaskan bahwa sesuai regulasi, BPR tidak diperbolehkan memiliki ATM sendiri. Oleh karena itu, Bank Brebes menggandeng Bank Danamon untuk menghadirkan layanan ATM dan mobile banking bagi nasabah.

“Kami memilih Bank Danamon karena memiliki banyak keunggulan, salah satunya penarikan hingga 10 kali tanpa biaya atau nol persen,” jelasnya.

Selain itu, kolaborasi ini dinilai aman secara bisnis karena Bank Danamon tidak memiliki produk kredit pegawai, sehingga tidak terjadi benturan usaha.

Dadan juga mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi Bank Brebes, yakni hilangnya sekitar 200 debitur setiap tahun. Untuk menjaga basis nasabah dan portofolio kredit, Bank Brebes kini menyalurkan gaji seluruh pegawai BUMD melalui Bank Brebes.

Dalam upaya melawan praktik rentenir, Bank Brebes terus memperkuat pembiayaan UMKM dengan skema cicilan bebas penalti, tanpa biaya administrasi, serta bunga rendah. Bank juga aktif meningkatkan literasi keuangan dan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.

“Bank Brebes lahir dari UMKM, sehingga komitmen kami adalah terus mendukung penguatan modal UMKM,” kata Dadan.

Ke depan, Bank Brebes menargetkan pengembangan jaringan kantor pelayanan pada 2026. Saat ini, Bank Brebes memiliki satu kantor kas pusat dan lima kantor kas.

Sesuai arahan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Bank Brebes diharapkan dapat hadir di setiap kecamatan. Namun pada tahap awal 2026, Bank Brebes baru akan membuka lima kantor kas di Kecamatan Salem, Paguyangan, Banjarharjo, Losari, dan Larangan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *