Beritakota.id, Surakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program transformasi besar-besaran Balai Latihan Kerja (BLK) guna memastikan lulusannya siap menyambut kebutuhan industri yang terus berkembang pesat.

Transformasi ini difokuskan pada tiga pilar utama: penguatan BLK sebagai Klinik Produktivitas, Talent and Innovation Hub (TIH), serta inkubator bisnis. Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih luas pintu kesempatan kerja dan mendorong jiwa wirausaha di kalangan masyarakat.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa revitalisasi BLK dirancang agar keterampilan yang diajarkan lebih “nyambung” dengan dunia kerja. “Kami akan mengajak dunia kampus untuk menjadikan BLK sebagai Klinik Produktivitas untuk memenuhi kebutuhan industri dalam dan luar negeri,” ujar Yassierli saat mengunjungi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta, dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026. Fokus pelatihan akan diperluas ke bidang-bidang strategis seperti green jobs, smart creative IT skills, dan smart operation.

Lebih lanjut, Kemnaker akan bersinergi dengan akademisi untuk menjadikan BLK sebagai TIH yang inklusif, termasuk menjadi pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas dan peningkatan produktivitas UMKM.

“Transformasi ini juga mencakup peran BLK sebagai inkubator bisnis yang akan mendampingi calon wirausaha mulai dari ide bisnis, analisis kompetitor, model bisnis, hingga strategi pemasaran,” kata Yassierli. Upaya optimalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas BLK agar lebih efisien dalam menjawab tantangan pengangguran di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *