Beritakota.id, Jakarta – Wacana perombakan jajaran direksi bank milik negara (BUMN) belum menjadi kebutuhan mendesak di tengah upaya pemerintah menggenjot agenda pembangunan nasional. Sejumlah pengamat menekankan pentingnya stabilitas tata kelola dan kesinambungan strategi sebagai kunci agar bank-bank pelat merah ini dapat optimal menopang perekonomian.

Ekonom Piter Abdullah berpendapat bahwa bank BUMN memiliki mandat utama sebagai pengelola dana publik yang menuntut profesionalisme dan kehati-hatian. “Bank bukanlah institusi pelaksana kebijakan publik langsung, melainkan lembaga intermediasi yang menjaga kepercayaan masyarakat. Selama fungsi utama perbankan dijalankan dengan baik, yaitu mengelola dana masyarakat secara prudent dan menjaga kualitas aset, stabilitas justru perlu menjadi prioritas,” ujar Piter.

Pandangan senada disampaikan Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira. Ia menilai intervensi berlebihan pada tata kelola bank BUMN berpotensi menimbulkan risiko stabilitas sektor keuangan jika tidak dibarengi manajemen risiko yang memadai. “Dorongan terhadap program prioritas perlu tetap dijalankan dalam kerangka kehati-hatian. Jika tidak, risiko kredit dan tekanan terhadap stabilitas sistem keuangan bisa meningkat,” katanya. Bhima menambahkan bahwa bank BUMN telah memberikan kontribusi signifikan melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca juga: Soal Penggabungan Perhutani–Inhutani di Bawah BUMN, DPR: Hutan Digeser Jadi Ladang Bisnis

Kinerja Solid Bank BUMN sebagai Akselerator Pembangunan

Sejumlah bank BUMN telah membuktikan kinerja solid sekaligus perannya sebagai akselerator pembangunan nasional. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) misalnya, sepanjang 2025 menunjukkan ketahanan kinerja yang ditopang transformasi digital dan penguatan bisnis berkelanjutan, serta berkontribusi pada sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi desa dan sektor riil.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat ekosistem UMKM melalui penyediaan modal, pendampingan, dan pengembangan sistem keuangan digital. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) melalui program Klasterku Hidupku memberdayakan UMKM naik kelas, sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi ujung tombak Program 3 Juta Rumah dengan penyaluran KPR Sejahtera terbesar.

Kontribusi nyata ini menunjukkan bahwa bank BUMN telah menjalankan perannya sebagai infrastruktur ekonomi nasional. Oleh karena itu, menjaga kesinambungan strategi, tata kelola yang kuat, serta stabilitas institusi menjadi krusial agar program pembangunan nasional berjalan efektif, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko demi menjaga kepercayaan publik dan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *