Beritakota.id, Cilacap – Komib Indonesia melalui Divisi Lingkungan dan Kesehatan menggelar Youth Environment Forum (YEF) di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Sabtu (1/2/2023). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya pelestarian lingkungan serta dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia.

Forum edukatif ini dipimpin oleh Manuela Ailin Sutanto, Kepala Divisi Lingkungan dan Kesehatan Komib Indonesia. Acara turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Dias Prihantoro, S.T., selaku Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup.

Dalam pemaparannya, Ailin yang merupakan pelajar SMA ACS Jakarta menjelaskan keterkaitan emisi karbon, perubahan iklim, dan kesehatan manusia, khususnya gangguan pernapasan akibat menurunnya kualitas udara. Ia menegaskan bahwa peningkatan kadar karbon dioksida (CO₂) di atmosfer menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim global.

“Emisi karbon yang berlebihan tidak hanya mempercepat perubahan iklim, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan, terutama penyakit pernapasan akibat polusi udara,” ujar Ailin.

Selain itu, Ailin menyoroti peran strategis pohon trembesi sebagai salah satu jenis pohon dengan kemampuan tinggi dalam menyerap karbon dioksida. Penanaman dan pelestarian trembesi dinilai dapat menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

“Pohon trembesi memiliki daya serap karbon yang tinggi. Menanam dan merawatnya adalah bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.

Tak hanya membahas isu lingkungan, Youth Environment Forum Cilacap juga mengedukasi peserta mengenai tuberkulosis (TB), penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Ailin menekankan bahwa TB dapat menyebar melalui udara, sehingga kualitas lingkungan dan kebersihan udara menjadi faktor penting dalam pencegahan.

Baca juga: Forum Ini Wujud Peran Pemuda Dalam Isu Keberlanjutan Air

“TB menyebar melalui udara. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan, ventilasi ruangan, dan kesadaran kesehatan menjadi sangat penting,” tambahnya.

Para pelajar dibekali pengetahuan mengenai langkah pencegahan TB, seperti mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker, serta memastikan sirkulasi udara yang baik di ruang tertutup. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku sehat di kalangan pelajar.

Sebagai bentuk aksi nyata, Komib Indonesia membagikan bibit pohon trembesi kepada para peserta untuk ditanam dan dirawat. Program ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia muda.

Acara dibuka secara resmi oleh Dias Prihantoro yang menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan Youth Environment Forum. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi berkelanjutan bagi generasi muda.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran pelajar dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Turut hadir Imas Mugi Restuni, Pembimbing Komib Indonesia, yang memotivasi para pelajar agar berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Youth Environment Forum di Cilacap menjadi bagian dari komitmen Komib Indonesia untuk terus memperluas edukasi lingkungan dan kesehatan di berbagai daerah. Ke depan, Komib Indonesia berencana menggelar kegiatan serupa guna mencetak generasi muda yang peduli lingkungan, sehat, dan berkelanjutan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *