Beritakota.id, Jakarta – Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan dan menindak tegas pelaku yang mencoba memainkan harga di pasaran.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, meminta seluruh pelaku usaha tidak memanfaatkan momentum Ramadan untuk meraup keuntungan secara tidak wajar yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Sekali lagi kami minta, jangan main-main di bulan suci Ramadan. Kami tidak berniat mengganggu pengusaha. Silakan cari rezeki, tetapi jangan mengganggu rakyat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” tegas Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis, seperti daging ayam dan bawang putih. Amran mengungkapkan, lonjakan harga ayam sempat mencapai Rp40.000–Rp50.000 per kilogram.
Namun, setelah dilakukan koordinasi cepat dengan Satgas Pangan Polri, harga ayam berhasil ditekan turun menjadi Rp25.000 per kilogram dalam waktu singkat.
“Tadi pagi kami dapat laporan harga ayam naik sampai Rp40.000–Rp50.000 per kilogram. Setelah kami telepon Satgas Pangan, setengah jam kemudian turun menjadi Rp25.000 per kilogram. Artinya ada yang bermain. Ini tidak boleh,” ujarnya.
Hal serupa terjadi pada komoditas bawang putih yang sempat dilaporkan menyentuh Rp38.000 per kilogram. Pemerintah langsung melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan harga kembali sesuai ketentuan
Bapanas juga menemukan dugaan pelanggaran pada komoditas minyak goreng. Dalam sidak, ditemukan produk minyak goreng yang tercantum seharga Rp15.700 namun dijual Rp19.000 per liter.
Baca juga: Mulai Februari 2026, Bapanas Izinkan Masyarakat Beli Beras SPHP Hingga 5 Pack
Amran menegaskan, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah hukum terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar, termasuk penyegelan unit usaha jika diperlukan.
“Ini kami minta untuk diproses hukum dan unit usahanya disegel. Tapi bukan penjual pengecer yang disasar. Ini akan ditelusuri sampai ke pelaku utamanya,” tegasnya.
Meski terjadi gejolak harga di beberapa komoditas, Bapanas memastikan pasokan pangan nasional dalam kondisi aman dan mencukupi selama Ramadan.
Menurut Amran, stok beras, ayam, daging, telur, dan bawang putih dalam kondisi stabil. Kenaikan harga cabai yang terjadi saat ini disebut lebih dipengaruhi faktor cuaca dan tingginya curah hujan.
“Pasokan lebih dari cukup. Beras aman, ayam aman, daging aman, telur aman, bawang putih aman. Tinggal pengawasan agar tidak ada segelintir pihak yang mencoba memainkan harga,” jelasnya.
Ia menambahkan, jajaran Kementerian Pertanian dan Bapanas telah diterjunkan ke berbagai daerah untuk melakukan pengawasan intensif dan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga pangan Ramadan.
“Operasi terus. Tim kami ditempatkan di seluruh Indonesia. Ada laporan harga naik, langsung ditindak. Tidak lagi dirayu-rayu, langsung ditindak,” pungkasnya. (***)

