Beritakota.id, Jakarta – Program hilirisasi industri dinilai membutuhkan kepastian bahan baku yang kuat dan terukur. Untuk itu, pemerintah diminta segera mempercepat kegiatan eksplorasi mineral kritis guna memastikan ketersediaan data cadangan nasional yang akurat.

Direktur PT Zubay Mining Indonesia, Muhammad Emil, menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan data geologi serta besaran cadangan mineral yang jelas dan terverifikasi.

“Kita tidak bisa berbicara hilirisasi jangka panjang kalau belum mengetahui secara pasti berapa cadangan riil yang kita miliki. Eksplorasi harus menjadi prioritas nasional,” ujarnya, Rabu (25/2).

Menurut Emil, eksplorasi tidak sekadar bertujuan menemukan potensi sumber daya baru, tetapi juga meningkatkan status sumber daya menjadi cadangan terbukti (proven reserve). Kepastian cadangan tersebut dinilai krusial untuk memberikan keyakinan kepada investor dan pelaku industri hilir dalam menyusun rencana investasi jangka panjang.

Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter), industri baterai, serta berbagai sektor turunan lainnya membutuhkan jaminan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

Baca juga: Dittipiter Bareskrim Polri Bakal Kejar Pelaku dan Pemodal Illegal Mining Emas di Rampi

“Industri hilir membutuhkan kepastian pasokan dalam jangka panjang. Semua itu dimulai dari eksplorasi yang dilakukan secara serius, sistematis, dan terukur,” katanya.

Emil juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah sebagai regulator dengan pelaku usaha pertambangan dalam mempercepat pemetaan dan validasi data cadangan mineral kritis di Indonesia.

Menurutnya, penguatan basis data geologi nasional akan menjadi fondasi penting untuk menarik investasi, meningkatkan daya saing industri, serta memastikan pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan bagi kepentingan ekonomi nasional.

“Dengan data cadangan yang kuat dan terintegrasi, arah pengembangan hilirisasi akan lebih terencana dan memberikan manfaat maksimal bagi industri nasional di masa depan,” tutupnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *