Beritakota.id, Kota Depok — Di tengah hangatnya suasana Ramadan, Universitas Indonesia mengambil kesempatan emas mempererat hubungan dengan insan pers. Rabu (4/3/2026), kampus bergengsi ini mengundang para wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk berbuka puasa bersama di Wisma Makara UI. Ini sebuah langkah praktis yang lebih dari sekadar acara silaturahmi — tapi simbol dari komitmen yang lebih luas yakni kolaborasi antara kampus dan media untuk memperkuat kualitas komunikasi publik kampus.
Direktur Humas Universitas Indonesia Erwin Agustian Panigoro, menyatakan bahwa momen buka puasa ini dimanfaatkan untuk mempererat kerja sama yang selama ini sudah dibangun. Namun, menurutnya itu baru langkah awal.
Baca juga : Riset Mengejutkan: Isu Pendidikan Tak Laku di Media Massa
“UI berencana mendirikan kembali Media Centre — sebuah fasilitas khusus yang diperuntukkan bagi para jurnalis untuk mendapatkan informasi resmi dan mempercepat alur berita seputar beragam kegiatan kampus. Media centre ini menjadi hak bagi rekan-rekan jurnalis untuk memperoleh informasi seputar UI secara cepat dan akurat,” ujar Erwin.
Menurutnya, media center tidak hanya menjadi sarana bagi media untuk mendapatkan data dan materi kampus yang kredibel, tetapi juga ruang bagi UI untuk menerima masukan, fakta lapangan, dan berbagai dinamika dari para pemberita yang berada lebih dekat dengan publik. “Kalau kami berkutat di dunia pendidikan, teman-teman media ada di lapangan. Kerja sama itu perlu,” ujar Erwin.
Menguatkan Publikasi Kampus dan Menjadi Mitra untuk Narasi Ilmiah
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah menyambut antusias keinginan pembukaan kembali Media Centre ini. Menurutnya, hubungan antara kampus dan media selama ini berjalan dalam koridor positif. Dukungan UI terhadap kegiatan PWI sering terlihat dalam berbagai momen kolaboratif, termasuk publikasi berita dan informasi acara kampus. Namun, ia juga menyampaikan pandangan kritis yang membangun: meski hubungan baik sudah ada, UI masih bisa memperluas publikasi terhadap temuan ilmiah dan penelitian kampus, bukan hanya kerja sama administratif atau kegiatan seremonial.
“Rilis yang terkait penemuan ilmiah masih kurang tersampaikan ke publik. Selama ini lebih banyak informasi tentang kerja sama dengan instansi lain ketimbang inovasi ilmiah dari kampus,” kata Rusdy sambil menegaskan pentingnya media massa sebagai saluran utama bagi hasil riset untuk dikenal masyarakat luas.
Tak hanya itu, Rusdy juga menyoroti pentingnya kompetensi wartawan di era yang serba cepat ini. Dengan banyaknya persoalan informasi di media sosial yang mudah tersebar dan sering tidak terverifikasi, ia menyatakan bahwa wartawan harus terus meningkatkan standar profesionalisme mereka. PWI, IJTI, dan organisasi media lainnya bahkan rencananya akan mendorong pelaksanaan lebih banyak Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk memberi jaminan kualitas profesional di lapangan. “Kita ingin wartawan benar-benar menjalankan tugas sesuai kaidah, bukan sekadar menulis,” tegasnya.
Erwin menilai bahwa hubungan harmonis ini sangat strategis. Kampus bukan hanya lembaga pendidikan tinggi tetapi juga produsen ide, penelitian, dan inovasi yang bisa berdampak besar bagi masyarakat. Kolaborasi dengan media adalah cara untuk memastikan gagasan-gagasan itu tersampaikan dengan akurat, kredibel, dan tepat waktu.
Lebih jauh, kolaborasi ini sejalan dengan tren yang terjadi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di mana hubungan dengan media menjadi kunci dalam memperkuat narasi riset, publikasi ilmiah, serta peran perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.
UI Hidupkan Kembali Media Centre: Ruang Baru Sinergi Kampus-Media
UI kembali menegaskan kembali komitmennya untuk membangun Media Centre kampus, sebuah fasilitas yang dulu pernah aktif di lingkungan UI. Media Centre diharapkan bukan sekadar ruang fisik, tetapi juga hub kolaborasi antara kampus dan media massa, tempat wartawan bekerja, berdiskusi, mendapatkan sumber informasi yang akurat, serta menjalankan kegiatan jurnalistik yang memenuhi standar etika dan profesionalisme.
Dengan dukungan penuh dari insan pers dan pimpinan kampus, Media Centre UI diharapkan segera diresmikan dan menjadi motor penguatan communication outreach kampus di masa depan — menjadikan UI dan media bukan hanya mitra, tetapi sahabat dalam menyampaikan kebenaran kampus bagi publik yang lebih luas.
Kolaborasi ini bukan hanya tentang liputan berita atau acara formal; ini tentang bagaimana media dan perguruan tinggi bersama-sama membentuk narasi positif, mengangkat gagasan cemerlang akademik, dan memastikan suara kampus terdengar luas dan berimbang di tengah derasnya informasi digital saat ini. (Lukman Hqeem)

