Beritakota.id, Jakarta – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan berpadu dengan momentum peringatan Hari Perempuan Internasional 2026. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia menggelar kegiatan bertajuk “Kolaborasi Perempuan, Cahaya Ramadhan” yang menghadirkan santunan sosial, silaturahmi, serta buka puasa bersama lintas organisasi perempuan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Acara tersebut merupakan kolaborasi antara DPP IWAPI bersama 11 organisasi dan komunitas perempuan, yang berkomitmen memperkuat solidaritas serta jaringan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi, menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mengangkat isu perlindungan perempuan.
“Ramadhan mengajarkan berbagi dan merawat martabat sesama. Dalam rangkaian Hari Perempuan Internasional 2026, kami ingin memastikan semangat itu hadir sebagai tindakan nyata—kolaborasi perempuan yang memberi manfaat langsung bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya perlindungan bagi kelompok perempuan marjinal, termasuk mendorong percepatan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
“Kami juga menguatkan agenda perlindungan bagi perempuan marjinal, termasuk dukungan agar RUU PPRT segera disahkan,” tambahnya.
Kolaborasi 11 Organisasi Perempuan
Program ini melibatkan 11 organisasi dan komunitas perempuan, antara lain IWAPI, Srikandi PDDI, Perempuan Laju Perkasa, Komunitas Kebaya Jakarta, Melati Putri Pertiwi (MPP), AMIRA, Social Club, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Sahabat Kartini Love, Jakarta With Love, serta Koalisi Sipil UU PPRT.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbentuk model kerja bersama yang dapat terus berkembang setelah Ramadhan, seperti program mentoring, penguatan jaringan usaha perempuan, hingga kegiatan pemberdayaan sosial yang lebih terstruktur.
Rangkaian acara meliputi registrasi peserta, pembukaan, sambutan keynote, prosesi simbolis santunan, doa bersama, buka puasa bersama, serta sesi networking lintas komunitas perempuan.
Ketua Panitia, Vivi Susanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan sosial, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kerja sama antarorganisasi perempuan.
“Acara ini dirancang untuk memberi dampak sosial sekaligus mempererat jejaring perempuan lintas komunitas,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia yang juga Ketua AMIRA, Tuti Yani, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari kerja bersama yang berkelanjutan.
Target 500 Peserta dan 3.000 Penerima Manfaat
Panitia menargetkan sekitar 500 peserta dari berbagai organisasi perempuan hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, program santunan akan disalurkan kepada 3.000 penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadhan.
Prosesi simbolis santunan dan foto bersama lintas komunitas juga akan menjadi momen utama yang diharapkan memperkuat pesan solidaritas perempuan dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan inklusif.
Melalui kegiatan ini, IWAPI berharap kolaborasi lintas komunitas perempuan dapat terus berkembang dan menjadi gerakan nyata dalam memperjuangkan hak, keadilan, dan kesejahteraan perempuan di Indonesia.

