– Koperasi berbasis masjid dinilai memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi baru di Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Didi Apriadi, Ketua Harian PB Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI), dalam peresmian Koperasi MCMI di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.
Peresmian koperasi tersebut dilakukan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebagai langkah awal penguatan ekonomi umat melalui pengembangan koperasi berbasis masjid yang terintegrasi dengan kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Menurut Didi, koperasi merupakan salah satu dari tiga pilar utama sistem ekonomi nasional selain BUMN dan sektor swasta, sebagaimana telah digagas oleh Mohammad Hatta sebagai proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia. Namun, selama ini koperasi dinilai belum mendapatkan perhatian yang optimal.
“Dalam sistem ekonomi kita ada tiga pilar utama yaitu BUMN, swasta, dan koperasi. Selama ini koperasi terlihat kurang mendapat perhatian, tetapi di era pemerintahan Prabowo Subianto mulai didorong untuk memperkuat pemerataan ekonomi,” ujar Didi dalam sambutannya.
Ia menegaskan, koperasi berbasis masjid dapat menjadi solusi dalam memberdayakan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan jamaah.
“Kami berharap koperasi bisa tumbuh besar dan mampu berjalan berdampingan dengan sektor swasta dan BUMN, sehingga ekonomi umat berkembang lebih merata dan mensejahterakan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Didi mengungkapkan bahwa Koperasi MCMI ditargetkan segera memiliki perwakilan di 29 provinsi dalam beberapa bulan ke depan. Ekspansi ini diharapkan menjadi tonggak awal kontribusi koperasi dalam mendukung program nasional pengembangan puluhan ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Kehadiran Koperasi MCMI juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah berbasis keumatan. Dengan mengintegrasikan aktivitas ekonomi dan sosial di lingkungan masjid, koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Momentum peluncuran ini pun disebut sebagai bagian dari kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat yang melibatkan peran aktif umat dalam pembangunan ekonomi nasional.(***)

