Beritakota.id, Jakarta – Sebuah film fiksi berjudul Pelangi di Mars kini tengah tayang di bioskop tanah air, tidak sekadar menjadi hiburan Lebaran, tetapi juga membawa misi besar untuk membangkitkan kembali mimpi dan imajinasi anak-anak Indonesia. Film ini hadir dengan konsep animasi futuristik yang sarat nilai persahabatan dan kebaikan, menjadikannya tontonan yang cocok untuk segala usia, khususnya anak-anak dan keluarga di momen libur Lebaran.

Disutradarai oleh Upie Guava, Pelangi di Mars merupakan hasil perjalanan panjang hampir enam tahun sejak pertama kali digagas pada 2020. Proyek ini lahir dari keresahan akan minimnya tokoh dan cerita fiksi ilmiah lokal yang mampu menginspirasi generasi muda Indonesia, sekaligus menjadi wujud passion dan kecintaan para kreatornya dalam menghidupkan kembali mimpi anak-anak.

“Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artists, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan kalian semua yang percaya akan kekuatan dari sebuah mimpi,” kata Upie Guava dalam keterangan persnya kepada awak media, Kamis, (19/3/2026).

Upie mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari karya-karya sci-fi dunia yang selama ini mendominasi layar lebar, namun ia ingin menghadirkan versi Indonesia yang lebih dekat dengan anak-anak di dalam negeri.

“Dari situlah kami bekerja dan berkarya dan menghasilkan film Pelangi di Mars. Memotivasi anak-anak Indonesia, untuk bisa berpikir kalau mereka boleh bermimpi setinggi langit, dan mereka mampu menggapainya,” ujar Upie.

Proses produksi film ini melibatkan ratusan talenta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari animator, VFX artist, hingga berbagai kru kreatif lainnya. Tak hanya itu, film ini juga memberikan apresiasi lebih kepada para pelaku di balik layar, termasuk voice actor dan body actor yang selama ini jarang mendapat sorotan, namun memiliki peran penting dalam menghidupkan karakter.

Tokoh utama dalam film ini adalah Pelangi, seorang anak yang diceritakan sebagai manusia pertama yang lahir di Planet Mars. Karakter ini menjadi simbol harapan, keberanian, dan kegigihan anak Indonesia dalam menghadapi tantangan besar, bahkan dalam upaya menyelamatkan dunia.

Di balik pesan kuat tersebut, film ini juga menjadi penanda kemajuan industri kreatif nasional, bahkan disebut sebagai standar baru kemampuan filmmaking Indonesia dalam bidang animasi, CGI, dan VFX.

Produser Dendi Reynando menegaskan bahwa film ini merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak dari seluruh Indonesia.

“Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan sutradara. Film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” kata Dendi.

Dengan memanfaatkan teknologi XR (Extended Reality), Pelangi di Mars menghadirkan visual spektakuler yang jarang ditemui dalam film anak Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa karya lokal mampu bersaing di level global.

Diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film ini tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, dan menjadi salah satu pilihan utama tontonan keluarga di momen Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *