Beritakota.id, Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryo Nugroho, menyoroti masih banyaknya pemudik yang nekat beristirahat di bahu jalan tol saat arus mudik Lebaran 2026.
Menurutnya, meskipun kelelahan adalah hal yang wajar dalam perjalanan jauh, berhenti di bahu jalan tol sangat berisiko dan tidak diperbolehkan. “Kami terus mengimbau agar pemudik beristirahat di rest area demi keselamatan,” tegasnya saat memberikan keterangan di JMTC, Kamis (19/3).
Polri menegaskan bahwa pengamanan arus mudik bukan sekadar pengaturan lalu lintas, tetapi merupakan operasi kemanusiaan. Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat bisa sampai ke kampung halaman dengan aman dan selamat.
Baca juga: Kemacetan Mudik Lebaran Dipicu Transaksi Tol, Pengamat Dorong Sistem MLFF Tanpa Henti
Lonjakan volume kendaraan pada mudik tahun ini disebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga membutuhkan strategi pengaturan lalu lintas yang lebih agresif dan terukur.
Contraflow 3 Lajur Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek
Untuk mengurai kepadatan, Polri bersama pemangku kepentingan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow secara masif di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Skema contraflow yang diterapkan meliputi:
KM 36–47: 1 lajur
KM 47–48: 2 lajur
KM 48–70: 3 lajur
Langkah ini diambil guna memperlancar arus kendaraan dari arah Jakarta menuju wilayah timur.
Baca juga: Jelang Mudik 2026, Perbaikan Tol Jakarta – Tangerang Dikebut
Jalan Layang MBZ Sempat Ditutup
Selain contraflow, pengaturan juga dilakukan pada jalan layang Jalan Layang MBZ yang sempat ditutup sementara.
Penutupan dilakukan saat pemberlakuan contraflow untuk memaksimalkan distribusi arus kendaraan di jalur bawah.
“Penutupan dilakukan saat pembukaan contraflow agar arus bisa lebih cepat terurai. Setelah kondisi landai, MBZ dibuka kembali,” jelas Agus.

