Beritakota.id, Jakarta Arus balik Lebaran 2026 diprediksi tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan terbagi dalam dua gelombang besar. Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnaen, menyebut kondisi ini dipengaruhi oleh perbedaan masa libur masyarakat.

Ia mengungkapkan, gelombang pertama arus balik diperkirakan terjadi pada dini hari hingga pagi hari, tepatnya pada 24 hingga 25 Maret 2026.

“Arus balik diperkirakan mencapai puncak pada dini hari hingga pagi 24 sampai 25 Maret 2026,” ujar Revi saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Minggu (22/3/2026).

Namun, lonjakan penumpang tidak berhenti di situ. Gelombang kedua diprediksi akan terjadi pada 29 Maret 2026, seiring masih adanya masyarakat yang menikmati masa libur lebih panjang.

Menurut Revi, perbedaan jadwal masuk kerja menjadi faktor utama arus balik berlangsung bertahap. Sebagian pekerja mulai kembali beraktivitas pada 25 Maret, sementara lainnya baru kembali di akhir pekan.

Baca juga: Kisah Pemudik Jalan Kaki Ratusan Kilometer, Kelelahan di Brebes, Dibantu Polisi Naik Bus Valet and Ride

“Puncak kedua diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2026 karena ada masyarakat yang masa liburnya lebih panjang,” jelasnya.

Antisipasi Lonjakan Penumpang

Menghadapi potensi kepadatan, pihak terminal telah menyiapkan tiga posko terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan hingga relawan.

Posko tersebut terdiri dari layanan terpadu yang didukung oleh TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Pramuka. Seluruh posko dipastikan tetap siaga hingga berakhirnya masa arus balik.

“Posko pelayanan kami siapkan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus balik hingga 29 Maret,” tegas Revi.

Layanan Kesehatan Masih Terbatas

Di sisi lain, layanan kesehatan bagi pemudik juga tetap disiagakan, meski dengan keterbatasan tenaga medis. Petugas dari Puskesmas Ciracas, dr. Indah, menyebutkan bahwa setiap hari hanya terdapat lima hingga enam tenaga kesehatan yang berjaga.

“Kami standby setiap hari untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pemudik hingga arus balik selesai,” ujarnya.

Kehadiran posko kesehatan ini dinilai penting, terutama untuk mengantisipasi kelelahan pemudik setelah perjalanan panjang dari kampung halaman menuju ibu kota.

Arus Balik Lebih Tersebar

Dengan pola dua gelombang, arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan lebih tersebar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan ekstrem dalam satu waktu, meski tetap memerlukan kewaspadaan dari seluruh pihak.

Pemerintah dan pengelola transportasi mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan di terminal.

Situasi ini sekaligus menjadi indikator bahwa mobilitas masyarakat pasca-Lebaran tetap tinggi, seiring mulai normalnya aktivitas ekonomi dan pekerjaan setelah libur panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *