Beritakota.id, Brebes — Intensitas hujan yang tinggi di wilayah selatan Kabupaten Brebes memicu luapan Sungai Babakan yang mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Ketanggungan pada Rabu, 25 Maret 2026. Selain merendam ribuan hunian warga, derasnya arus air juga menyebabkan sedikitnya 13 ekor kambing milik warga di Desa Buara hanyut karena tidak sempat diselamatkan dari kandang.
Menurut penuturan warga setempat, debit air meningkat dengan sangat cepat sejak petang hari sehingga banyak pemilik ternak yang kehilangan aset mereka dalam sekejap. Arus yang datang tiba-tiba dengan kekuatan besar membuat upaya penyelamatan hewan ternak menjadi sulit dilakukan di tengah kondisi lingkungan yang mulai gelap.
Bencana banjir ini tercatat merendam pemukiman di enam desa sekaligus, meliputi Desa Karangmalang, Ketanggungan, Cikeusal Lor, Padakaton, Dukuhturi, dan Buara. Di beberapa titik lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa atau sekitar satu meter, yang memaksa sebagian besar warga untuk segera mengungsi ke rumah kerabat yang lokasinya lebih tinggi atau ke posko darurat yang telah disediakan.
Baca juga: Banjir Kembali Rendam SMAN 99 Jakarta, Masalah Sejak 1994 Belum Terselesaikan
Dampak banjir ini juga meluas hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama bagi para pemudik yang tengah melakukan perjalanan balik menuju arah Jakarta. Karena ruas jalan utama di Ketanggungan tergenang air cukup dalam, Satlantas Polres Brebes terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan dari arah Purwokerto melalui flyover Klonengan menuju jalur utama Tegal guna menghindari kemacetan panjang.
Hingga saat ini, banjir dipastikan terjadi akibat debit air Sungai Babakan yang melimpas setelah tidak lagi mampu menampung curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Brebes selama beberapa jam terakhir. Petugas gabungan dari berbagai unsur masih terus bersiaga di lapangan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi adanya banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan lebat. Petugas terus melakukan pemantauan intensif terhadap titik-titik rawan genangan dan memastikan kebutuhan logistik bagi para pengungsi dapat terpenuhi dengan cepat. (***)

