Beritakota.id, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas Pangan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengintensifkan pemantauan ketersediaan dan harga pangan memasuki pekan pertama pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Pengawasan difokuskan di wilayah strategis seperti Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi untuk memastikan stabilitas pasokan di tingkat konsumen.
Ketua Pelaksana Satgas Saber Pangan sekaligus Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Ketut Astawa, menyatakan bahwa secara umum kondisi pangan nasional terjaga dengan baik. Meski aktivitas perdagangan belum pulih 100 persen, stok di pasar tradisional maupun ritel modern dinilai mencukupi.
“Kami terus memantau lapangan untuk memastikan harga terkendali dan pasokan tetap berjalan meski situasi belum sepenuhnya normal setelah libur Lebaran,” ujar Ketut di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Penyebab Fluktuasi Harga Komoditas Segar
Ketut menjelaskan, kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai, sayur-mayur, dan daging sapi dipicu oleh belum meratanya distribusi. Banyak pedagang yang belum kembali beroperasi serta adanya periode “libur petik” di tingkat petani selama masa Lebaran.
Di Pasar Tradisional Ciracas, Jakarta Timur, harga cabai terpantau masih di atas harga acuan. Namun, Ketut menegaskan hal ini merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi setiap tahun.
“Pasokan sedikit terkoreksi karena libur petik, tetapi secara prinsip stok di pasar tetap tersedia. Harga akan segera menyesuaikan seiring pulihnya arus distribusi dari daerah sentra,” imbuhnya.
Tren Penurunan Harga di Daerah Produsen
Sinyal positif mulai terlihat dari daerah penyangga. Di Kota Surakarta, Jawa Tengah, per 24 Maret 2026, harga cabai mulai menunjukkan tren penurunan. Cabai merah keriting kini berada di kisaran Rp35.000/kg, sementara cabai rawit merah turun ke angka Rp55.000–Rp60.000/kg.
Baca juga: Bapanas dan Satgas Pangan Tindak Tegas Pelaku Permainan Harga Pangan
Penurunan harga di tingkat produsen ini diharapkan segera berdampak pada stabilisasi harga di wilayah Jabodetabek dalam waktu dekat.
Perbandingan Harga: Pasar Tradisional vs Ritel Modern
Berdasarkan pantauan Satgas, harga pangan di ritel modern cenderung stabil sesuai regulasi:
- Beras Premium: Rp14.900/kg
- Daging Sapi: Rp128.900/kg
- Telur Ayam Ras: Rp29.700/kg
- Gula Konsumsi: Rp17.500/kg
Sementara di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi, komoditas Minyakita terjaga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700/liter dan telur ayam ras dijual seharga Rp30.000/kg, sejalan dengan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Ketut juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan sifat dinamis pasar tradisional. “Pasar tradisional adalah ruang negosiasi. Masyarakat bisa mendapatkan harga terbaik dengan aktif bernegosiasi saat bertransaksi,” jelasnya.
Komitmen Pengawasan Hulu ke Hilir
Upaya stabilisasi ini sejalan dengan arahan Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara produksi di hulu dan kelancaran distribusi ke hilir sebagai kunci utama pengendalian inflasi pangan.
Satgas Pangan juga terus mengimbau pelaku usaha untuk mematuhi aturan, tidak melakukan penimbunan, dan mendukung transparansi harga melalui pemasangan stiker HET/HAP di setiap kios pedagang. (***)

