Beritakota.id, Jakarta – Dunia olahraga Indonesia kembali berduka. Salah satu legenda atletik nasional, Willy Tuapattinaja/Tomasoa, tutup usia pada Jumat (27/3/2026) pukul 12.24 WIB di kediamannya di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Ia berpulang dengan tenang dalam usia 88 tahun.
Nama Willy Tomasoa pernah bersinar terang pada era 1950-an hingga awal 1960-an sebagai salah satu pelari terbaik Indonesia. Atlet kelahiran Maluku ini dikenal sebagai sosok srikandi atletik yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
Pada masa kejayaannya, Willy berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas untuk Maluku, sekaligus menjadi kebanggaan daerahnya. Tak hanya itu, ia juga mencatatkan sejarah dengan mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia dalam ajang GANEFO 1963 di Jakarta, sebuah ajang olahraga internasional bergengsi pada masa itu.
Seiring perjalanan hidupnya, Willy kemudian menikah dengan Bram Tuapattinaja, seorang tokoh pers nasional yang dikenal sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Kartini. Bram memiliki peran penting sejak majalah tersebut pertama kali diluncurkan pada 1974, hingga menjadikannya salah satu media perempuan terkemuka di Indonesia. Bram sendiri telah lebih dahulu berpulang pada 2015.
Dari pernikahan tersebut, Willy dan Bram dikaruniai seorang putra, Eric Tuapattinaja, yang lahir pada 1971. Eric sempat melanjutkan kiprah keluarga di Majalah Kartini sebelum beralih ke dunia bisnis. Ia juga dikenal aktif sebagai Presiden Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI) serta anggota Dewan Penasihat (Wanhat) PWI Jaya.
Setelah kepergian sang suami lebih dari satu dekade lalu, Willy menghabiskan masa tuanya bersama putra tunggalnya. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang kuat, sederhana, dan penuh dedikasi terhadap dunia olahraga.
Kepergian Willy Tuapattinaja/Tomasoa menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi sejarah panjang atletik Indonesia. Warisan prestasi dan semangat juangnya akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi generasi atlet masa kini dan mendatang.
Selamat jalan, Willy Tuapattinaja/Tomasoa. Jasamu akan selalu abadi dalam sejarah olahraga Indonesia.

