Beritakota.id, Jakarta – Kabar gugurnya Praka Farizal Rhomadhon menjadi sorotan publik nasional. Prajurit muda tersebut mengembuskan napas terakhir saat menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (29/3/2026), ketika sebuah proyektil menghantam salah satu pos kontingen Indonesia di wilayah Lebanon selatan. Berdasarkan laporan UNIFIL, ledakan terjadi di dekat Desa Adchit al Qusayr, wilayah yang memang kerap menjadi titik rawan konflik.
UNIFIL sendiri merupakan pasukan penjaga perdamaian yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Nomor 425 dan 426 pada 19 Maret 1978. Misi ini bertujuan memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon, menjaga stabilitas keamanan, serta membantu pemerintah Lebanon memulihkan kendali wilayahnya.
Baca juga: Gencatan Senjata Israel – Lebanon, Terimbangi Rencana OPEC+
Praka Farizal diketahui merupakan anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, di bawah Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda. Dalam struktur satuannya, ia menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima, posisi strategis yang bertanggung jawab menjaga disiplin internal satuan.
Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Teuku Mustafa Kamal, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyampaikan bahwa almarhum merupakan bagian dari satuan tugas yang hampir menyelesaikan masa penugasannya di Lebanon.
“Iya, anggota kita asal satuannya dari Batalyon 113 Jaya Sakti yang sedang Satgas di sana,” ujarnya.
Praka Farizal Rhomadhon lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 1998. Di usia yang masih muda, ia dikenal sebagai prajurit berdedikasi tinggi dengan komitmen kuat dalam menjalankan tugas negara.
Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi TNI dan bangsa Indonesia. Gugurnya Praka Farizal kembali mengingatkan risiko besar yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

