Beritakota.id, Jakarta – Sekoteng merupakan salah satu minuman tradisional khas Indonesia yang populer di Pulau Jawa. Dengan perpaduan rasa manis, pedas, dan hangat, sekoteng menjadi pilihan favorit saat cuaca dingin, terutama di malam hari. Kehadirannya sering disandingkan dengan Wedang Ronde sebagai minuman penghangat tubuh yang legendaris.
Asal-usul dan Sejarah Sekoteng
Nama sekoteng berasal dari kata “koteng” dalam bahasa Jawa yang berarti sesuatu yang dipanaskan atau direbus. Hal ini menggambarkan cara penyajiannya yang menggunakan kuah jahe panas.
Minuman ini telah dikenal sejak masa kolonial dan berkembang luas di wilayah seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dahulu, sekoteng identik dengan pedagang kaki lima yang berjualan keliling di malam hari.
Selain sebagai minuman penghangat, sekoteng juga dipercaya memiliki khasiat kesehatan, mulai dari meredakan masuk angin hingga membantu pencernaan.
Bahan-bahan dan Cara Penyajian Sekoteng
Sekoteng dibuat dari bahan-bahan sederhana namun kaya nutrisi, di antaranya:
- Jahe: Memberikan rasa hangat dan pedas, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh
- Kacang hijau: Menambah tekstur lembut dan kandungan protein
- Kolang-kaling: Memberikan sensasi kenyal dan segar
- Ketan hitam atau potongan ketupat: Sumber energi dari karbohidrat
- Gula merah atau gula pasir: Memberikan rasa manis alami
Proses pembuatannya cukup sederhana. Semua bahan direbus dalam kuah jahe manis hingga matang, lalu disajikan hangat dalam mangkuk atau gelas. Biasanya ditambahkan taburan kacang tanah sangrai untuk memperkaya rasa dan tekstur.
Baca juga: 10 Bahaya Minuman Bersoda bagi Kesehatan, Bisa Picu Diabetes hingga Penyakit Jantung
Manfaat Kesehatan Sekoteng
Selain nikmat, sekoteng juga dikenal sebagai minuman herbal tradisional dengan berbagai manfaat:
- Menghangatkan tubuh
Kandungan jahe efektif menjaga suhu tubuh saat cuaca dingin. - Melancarkan pencernaan
Jahe membantu meredakan mual dan meningkatkan fungsi sistem pencernaan. - Sumber nutrisi alami
Kacang hijau kaya protein dan serat, sementara gula merah mengandung mineral penting. - Menambah energi
Kandungan karbohidrat dari ketan atau ketupat membantu meningkatkan stamina.
Sekoteng dalam Budaya Kuliner Indonesia
Sekoteng bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari budaya kuliner Nusantara. Kehadirannya di malam hari menghadirkan suasana hangat dan akrab, baik bagi penjual maupun pembeli.
Minuman ini juga kerap dijumpai dalam berbagai acara seperti pasar malam, festival kuliner, hingga kegiatan tradisional. Sekoteng menjadi simbol sederhana dari kebersamaan dan keramahan masyarakat Indonesia.
Sekoteng adalah minuman tradisional Indonesia yang kaya rasa, manfaat, dan nilai budaya. Dengan bahan alami dan rempah yang menyehatkan, sekoteng tetap menjadi pilihan favorit lintas generasi.
Di tengah modernisasi, keberadaan sekoteng menjadi pengingat akan kekayaan kuliner tradisional yang patut dilestarikan. Hangat, sehat, dan penuh nostalgia—sekoteng adalah cita rasa Indonesia yang tak lekang oleh waktu. (***)

