Beritakota.id, Jakarta – Pasar komoditas diperdagangkan lebih tinggi pada Rabu (15/04) dimana minyak mentah, logam utama dan logam mulia bereaksi terhadap isyarat makroekonomi global, pergerakan mata uang, dan sinyal permintaan dari ekonomi-ekonomi utama.
Emas mempertahankan kenaikannya di tengah optimisme bahwa AS dan Iran sedang mencari penyelesaian melalui negosiasi untuk perang yang sedang berlangsung, meredakan kekhawatiran inflasi yang terkait dengan guncangan pasokan energi. Emas batangan stabil di dekat $4.850 per ons setelah naik hingga 0,6 persen di awal sesi. Pergerakan ini mengikuti kenaikan lebih dari 2 persen pada sesi sebelumnya karena Washington dan Teheran berupaya mengatur putaran kedua pembicaraan perdamaian dalam beberapa hari mendatang.
Baca juga : Emas Tertekan di Tengah Bayang-Bayang Inflasi Global
Harga minyak stabil setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah $95 per barel setelah kehilangan 4,6 persen pada hari Selasa, sementara West Texas Intermediate berada di dekat $91 per barel.
Reli di pasar saham AS dan penurunan sebesar 0,3 persen pada indeks dolar pada hari Selasa juga mendukung harga emas, karena emas batangan dihargai dalam mata uang AS. Penurunan harga energi baru-baru ini telah meredakan beberapa kekhawatiran inflasi yang telah membebani logam mulia sejak konflik dimulai lebih dari enam minggu lalu.
Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi $4.846,70 per ons di awal sesi Asia. Perak naik 1,2 persen menjadi $80,50 per ons setelah naik lebih dari 5 persen pada sesi sebelumnya. Platinum dan paladium juga diperdagangkan lebih tinggi. Indeks Dolar Bloomberg sedikit berubah. (Lukman Hqeem)

