Beritakota.id, Jakarta – Pameran Indo Intertex & Inatex 2026 resmi digelar hari ini Rabu, 15 April 2026 hingga 18 April 2026 dengan menghadirkan ratusan pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dari dalam dan luar negeri. Acara ini turut dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, serta sejumlah pemangku kepentingan industri lainnya.

Dalam sambutannya, Jemmy menyoroti bahwa tahun 2026 masih dibayangi dinamika global seperti ketegangan geopolitik, disrupsi perdagangan, dan perubahan rantai pasok. Meski demikian, industri TPT dinilai tetap memiliki daya tahan kuat.

“Industri tekstil nasional tidak hanya menyerap jutaan tenaga kerja, tetapi juga menjadi tulang punggung industrialisasi dan penghubung rantai nilai dari hulu hingga hilir,” ujarnya kepada Beritakota.id, usai membuka acara, di JIExpo Kemayoran, Rabu, 15 April 2026. Sementara itu, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kinerja industri tekstil nasional masih terjaga positif. Sepanjang 2025, sektor TPT mencatat pertumbuhan sebesar 3,55% (year on year), dengan nilai ekspor mencapai USD 12,08 miliar dan surplus USD 3,45 miliar.

Baca juga:Indo Intertex & Inatex 2026: Dongkrak Industri Tekstil Indonesia ke Panggung Global

Menurutnya, penyelenggaraan Indo Intertex & Inatex 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat industri dalam negeri. “Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga platform business matching yang membuka peluang investasi dan kemitraan global,” kata Agus.

Pameran tahun ini menghadirkan berbagai inovasi terbaru di sepanjang rantai industri tekstil, mulai dari mesin berkelanjutan, produk ramah lingkungan, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Solusi efisiensi energi dan teknologi daur ulang juga menjadi sorotan utama dalam mendorong transformasi industri yang lebih hijau dan digital.

Sebanyak 428 perusahaan turut berpartisipasi dalam pameran ini, dengan dominasi industri dalam negeri mencapai 65%. Sementara itu, sektor permesinan tekstil nasional juga menunjukkan kontribusi signifikan dengan partisipasi sebesar 60%.

Selain pameran, berbagai kegiatan pendukung seperti seminar industri, workshop bisnis, dan aktivitas interaktif turut digelar untuk memperkaya wawasan dan jejaring pelaku usaha.

Melalui Indo Intertex & Inatex 2026, kolaborasi antar pelaku industri diharapkan semakin kuat. Ajang ini juga menjadi langkah penting dalam memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri tekstil global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *