Beritakota.id, Brebes – Suasana Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, mendadak ramai pada Rabu malam, (15/4/ 2026). Ratusan warga dari sejumlah Ormas Islam berkumpul di jalan, mengerubungi sebuah gerobak yang selama ini dicurigai sebagai tempat penjualan obat-obatan terlarang.
Dari pantauan di lokasi, gerobak tersebut berada di sisi jalan dengan posisi berdekatan dengan sebuah rumah kos di bagian belakangnya. Warga menyebut aktivitas jual beli di tempat itu sudah berlangsung cukup lama dan kerap melibatkan remaja.
“Sering terlihat anak-anak sekolah datang membeli,” ujar Asrofi, warga setempat yang ditemui di lokasi.
Keresahan itu mendorong warga melakukan penggerebekan. Namun saat didatangi, gerobak dalam kondisi kosong. Tidak terlihat aktivitas maupun keberadaan penjual.
Situasi sempat memanas. Sejumlah warga meluapkan kekesalan dengan merusak gerobak tersebut. Potongan kayu dan bagian gerobak kemudian diangkut dan dibuang ke sungai yang berada tak jauh dari lokasi.
Massa juga sempat bergerak ke rumah kos di belakang gerobak. Bangunan itu diduga menjadi tempat tinggal penjual. Beberapa warga mencoba merangsek masuk, namun aksi tersebut berhasil dicegah oleh warga lain.
Aparat dari Satpol PP dan Anggota Polres Brebes yang tiba di lokasi turut meredakan ketegangan. Petugas mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis.
Menurut Asrofi, kemarahan warga dipicu maraknya peredaran obat terlarang yang dinilai berlangsung terbuka. Ia menyoroti banyaknya pembeli dari kalangan remaja yang masih berstatus pelajar.
“Kami melihat langsung peredarannya. Seolah tidak ada penindakan,” kata dia.
Warga juga mengaku kecewa karena penjual tidak ditemukan saat penggerebekan berlangsung. Rumah kos yang diduga ditempati pun sudah dalam keadaan kosong.
Asrofi menduga informasi penggerebekan telah lebih dulu diketahui oleh pihak penjual. Meski demikian, warga menyatakan akan terus memantau dan tidak menutup kemungkinan melakukan aksi serupa jika aktivitas tersebut kembali terjadi.

