Beritakota.id, Solo – Kepemimpinan perempuan semakin menunjukkan peran strategis dalam mendorong transformasi industri yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Tidak hanya memperkuat representasi, kepemimpinan perempuan juga menghadirkan pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada dampak jangka panjang.
Hal ini mengemuka dalam ajang Women, Art and Society 2026 yang diselenggarakan oleh Infobank Media Group di Solo pada 16–19 April 2026. Mengusung tema “Menjaga Budaya Nusantara”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara sektor industri, seni, dan masyarakat dalam mendorong inklusi ekonomi serta pelestarian budaya.
Selain sebagai ajang apresiasi, kegiatan ini juga menghadirkan program literasi keuangan bagi 500 pelaku usaha ultra mikro. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi berbasis budaya yang lebih berdaya saing.
Dalam konteks tersebut, PT Surveyor Indonesia (Persero) mengambil peran aktif sebagai bagian dari ekosistem transformasi berbasis inklusivitas dan keberlanjutan. Sebagai perusahaan di bidang Testing, Inspection, Certification, and Consultation (TICC), kontribusi tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan terhadap sektor strategis seperti UMKM dan industri kreatif berbasis budaya.
Direktur Transformasi, SDM & Umum PT Surveyor Indonesia (Persero), Evi Afiatin, menegaskan bahwa arah kepemimpinan modern harus melampaui sekadar pencapaian finansial.
“Kepemimpinan hari ini tidak lagi cukup hanya berfokus pada capaian finansial. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Niaga & Operasi, Euis Emalia Noor, menekankan pentingnya fondasi operasional yang kuat untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis.
“Pertumbuhan yang kuat harus dibangun di atas fondasi operasional yang solid dan responsif terhadap kebutuhan pasar. Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan tidak hanya mampu tumbuh, tetapi juga tetap relevan dan kompetitif dalam jangka panjang,” jelasnya.
Pendekatan kepemimpinan yang inklusif ini memberikan dampak luas, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan kepercayaan terhadap kualitas produk dan jasa, hingga dukungan terhadap terciptanya ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Upaya tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029 serta visi Asta Cita yang menekankan inklusivitas, keberlanjutan, dan pertumbuhan ekonomi yang merata.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya, Evi Afiatin dan Euis Emalia Noor dianugerahi penghargaan “The Most Outstanding Women 2026” dalam ajang tersebut. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan strategis yang tidak hanya mendorong kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (***)

