Beritakota.id, Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin, 20 April 2026. Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga emas Antam hari ini ambles Rp44.000 menjadi Rp2.840.000 per gram.

Penurunan tajam ini memicu perhatian pelaku pasar, mengingat sebelumnya harga emas sempat menunjukkan penguatan. Pada Sabtu (18/4/2026), harga emas Antam bahkan sempat naik Rp16.000 ke level Rp2.884.000 per gram, setelah sehari sebelumnya (17/4/2026) turun Rp20.000 ke Rp2.868.000 per gram.

Meski mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir, tren harga emas Antam sepanjang tahun 2026 masih tergolong positif. Sejak awal tahun, harga emas telah naik sekitar 15% dari posisi Rp2.488.000 per gram pada 1 Januari 2026.

Adapun rekor harga tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) emas Antam tercatat pada 29 Januari 2026, yakni di level Rp3.168.000 per gram.

Harga Buyback Juga Turun

Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut terkoreksi. Pada hari ini, buyback turun Rp41.000 ke level Rp2.640.000 per gram.

Investor yang melakukan penjualan kembali emas perlu memperhatikan ketentuan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017. Untuk transaksi di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar:

1,5% bagi pemilik NPWP
3% bagi non-NPWP

Pajak ini langsung dipotong dari total nilai buyback.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini (Belum Termasuk Pajak):

0,5 gram: Rp1.470.000
1 gram: Rp2.840.000
2 gram: Rp5.620.000
3 gram: Rp8.405.000
5 gram: Rp13.975.000
10 gram: Rp27.895.000
25 gram: Rp69.612.000
50 gram: Rp139.145.000
100 gram: Rp278.212.000
250 gram: Rp695.265.000
500 gram: Rp1.390.320.000
1.000 gram: Rp2.780.600.000

Sementara itu, pembelian emas juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk pemilik NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP, dengan bukti potong resmi dari transaksi.

Prospek dan Sentimen Pasar

Koreksi harga emas Antam hari ini membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi, namun juga menjadi sinyal kewaspadaan terhadap volatilitas jangka pendek. Fluktuasi ini umumnya dipengaruhi oleh pergerakan harga emas global, nilai tukar rupiah, serta dinamika ekonomi makro.

Pelaku pasar kini menanti arah pergerakan selanjutnya, apakah harga emas akan kembali menguat mendekati level psikologis Rp3 juta per gram atau melanjutkan tren koreksi dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *