Beritakota.id, Tangerang Selatan – PT Mitra Sinergi Development resmi meluncurkan proyek hunian terbaru bertajuk The Brawijaya Serpong di kawasan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan. Proyek ini mengusung konsep arsitektur Eropa klasik dengan harga yang relatif terjangkau, menyasar kalangan end user hingga investor properti.

Dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektare, proyek ini menghadirkan total 175 unit, terdiri dari 172 rumah tapak dan 3 unit ruko. Pengembang menawarkan dua tipe hunian, yakni Aryasatya dan Adinata, dengan harga mulai dari Rp800 jutaan serta status kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM).

Direktur Utama PT Mitra Sinergi Development, Zufri Andi Surya, mengatakan proyek ini hadir untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap hunian berdesain mewah dengan harga yang lebih rasional. “Selama ini rumah bergaya Eropa klasik identik dengan harga tinggi. Kami melihat ada kebutuhan konsumen yang menginginkan tampilan elegan namun tetap terjangkau,” ujar Zufri dalam konferensi persnya, Minggu, (26/4/2026).

Baca juga: Pos Properti Gandeng Ruma Development Kembangkan Hunian Milenial Dekat LRT Harjamukti Depok

Menurut dia, konsep yang diusung tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menjadi strategi positioning di tengah ketatnya persaingan properti di kawasan Serpong.

“Kami menghadirkan identitas hunian yang kuat, tetap relevan untuk keluarga modern, baik dari sisi fungsi maupun nilai investasi jangka panjang,” katanya.

The Brawijaya Serpong berlokasi di Ciater, salah satu kawasan berkembang di sekitar BSD. Dari lokasi proyek, akses menuju gerbang tol Ciater dapat ditempuh sekitar 10 menit. Sementara itu, Stasiun Rawa Buntu yang terhubung dengan KRL Commuter Line juga berada dalam jangkauan dekat.

Berbagai fasilitas penunjang turut memperkuat daya tarik kawasan ini, seperti AEON Mall BSD, ICE BSD, Eka Hospital, serta sejumlah institusi pendidikan seperti Sekolah Cikal, Al Wildan, Global Islamic School, hingga Santa Ursula.

Direktur Marketing PT Mitra Sinergi Development, Mario Jati Prayugo, menilai kombinasi aksesibilitas dan fasilitas menjadi faktor utama tingginya minat pasar di kawasan Serpong.

“Infrastruktur sudah matang, fasilitas lengkap, dan akses ke Jakarta semakin mudah. Ini yang membuat Serpong tetap menjadi magnet bagi pembeli,” ujarnya.

Tren Konsumen Berubah, Desain Jadi Faktor Kunci

Mario menambahkan, tren pasar properti saat ini menunjukkan perubahan preferensi konsumen. Tidak hanya lokasi, desain dan potensi investasi kini menjadi pertimbangan utama.

“Konsumen sekarang lebih selektif. Mereka mencari hunian yang nyaman sekaligus memiliki nilai estetika dan peluang kenaikan harga,” katanya.

Untuk meningkatkan kepercayaan pasar, pengembang juga menawarkan skema buy back guarantee 100 persen apabila unit tidak dibangun atau tidak diserahterimakan sesuai komitmen.

Secara fasilitas, kawasan ini akan dilengkapi area hijau, jogging track, taman bermain anak, serta mushola. Pengembangan dirancang untuk mendukung gaya hidup keluarga modern yang aktif dan nyaman.

Dari sisi bisnis, PT Mitra Sinergi Development menargetkan seluruh unit dapat terserap dalam waktu 24 bulan, dengan estimasi pendapatan mencapai Rp200 miliar.

Pengembang optimistis kawasan Serpong masih memiliki potensi pertumbuhan signifikan, didorong oleh ekspansi pusat bisnis dan infrastruktur di BSD dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *