Beritakota.id, Jakarta – Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat komitmennya dalam mendorong pemerataan akses pendidikan melalui perluasan program beasiswa nasional.

Melalui inisiatif BNI Berbagi, perseroan menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar berprestasi dan kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sejak 2025 hingga April 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 1.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“BNI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk wilayah 3T,” ujar Okki.

Baca juga: Kredit BNI Melonjak 20 Persen di Kuartal I 2026

Perluasan Akses Pendidikan hingga Daerah 3T

Perluasan program beasiswa ini juga menjadi bentuk dukungan BNI terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.

Wilayah 3T selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur pendidikan hingga akses terhadap fasilitas belajar yang memadai. Kehadiran program beasiswa diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan tersebut.

Melalui pendekatan inklusif, BNI tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong pengembangan karakter dan kapasitas akademik para penerima manfaat.

Cetak Generasi Unggul dan Berdaya Saing

Dengan berbagai inisiatif tersebut, BNI berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademis, memiliki karakter kuat, serta siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya saing di tingkat nasional. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *