Beritakota.id, Jakarta — BNI Sekuritas bersama anak usahanya, BNI Securities Pte. Ltd. (BSPL), mengambil peran sentral dalam keberhasilan penerbitan surat berharga Additional Tier 1 (AT1) perpetual non-kumulatif Basel III milik Bank BNI senilai US$700 juta dengan imbal hasil 7,150 persen.

Transaksi yang diumumkan pada Senin (11/5) itu menjadi momentum penting bagi BNI di pasar internasional. Pasalnya, BNI kembali menegaskan statusnya sebagai bank Indonesia pertama dan satu-satunya yang menerbitkan instrumen AT1 di pasar offshore. Tidak hanya itu, BNI juga menjadi bank nasional pertama yang melakukan penawaran tender secara bersamaan dengan penerbitan AT1 baru.

Baca juga : BNI Sekuritas Dorong Guru Kuasai AI dan Coding

Di tengah volatilitas pasar global dan ketidakpastian arah suku bunga internasional, minat investor terhadap instrumen tersebut tetap solid. Orderbook transaksi tercatat melampaui US$2,5 miliar atau mengalami oversubscribe hingga 3,6 kali dari total nilai penerbitan. Angka tersebut memperlihatkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap kualitas kredit dan fundamental sektor perbankan Indonesia.

Dalam transaksi ini, BSPL dan BNI Sekuritas bertindak sebagai Joint Lead Manager sekaligus Joint Bookrunner. Keduanya bertanggung jawab mengawal keseluruhan proses penerbitan, mulai dari koordinasi dengan penasihat hukum dan pihak profesional terkait, pengaturan struktur transaksi, penyusunan jadwal penerbitan, hingga fasilitasi pencatatan di Singapore Exchange serta pemasaran instrumen kepada investor offshore.

SEVP Investment Banking BNI Sekuritas, Ikhsan Ramdan, mengatakan keberhasilan transaksi tersebut tidak terlepas dari koordinasi intensif seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga efektivitas eksekusi transaksi dan strategi pendanaan jangka panjang BNI.

Bagian Dari Strategi Pengelolaan Liabilitas

Menurut Ikhsan, penerbitan AT1 ini juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan liabilitas BNI menjelang opsi beli (call option) instrumen AT1 sebelumnya yang jatuh pada Maret 2027. Dana bersih hasil penerbitan akan digunakan untuk memperkuat modal tambahan AT1, menjaga struktur permodalan bank, sekaligus menopang ekspansi kredit ke depan.

“Kolaborasi yang erat dengan seluruh pihak terkait memungkinkan transaksi ini terlaksana dengan baik, sekaligus mendukung strategi permodalan jangka panjang BNI,” ujar Ikhsan.

Keberhasilan transaksi ini sekaligus memperpanjang rekam jejak positif BNI sejak penerbitan perdana AT1 di pasar internasional pada 2021. Di tengah kompetisi pendanaan global yang semakin ketat, langkah tersebut memperlihatkan kemampuan emiten dan institusi keuangan Indonesia dalam menjaga akses pembiayaan internasional secara kompetitif dan berkelanjutan.

Menutup pernyataannya, Ikhsan menegaskan BNI Sekuritas akan terus menghadirkan solusi pembiayaan inovatif untuk mendukung kebutuhan pendanaan nasabah dan pemangku kepentingan di pasar modal global. (Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *