Beritakota.id, Banyuwangi – Ada energi baru dari skena pop Asia yang sedang bergerak cepat — manis, glossy, penuh warna, tapi tetap personal. Nama itu sekarang datang dari Cece Caramel lewat debut EP bertajuk Caramelting, proyek musik yang terasa seperti moodboard Gen-Z: sedikit K-Pop, sedikit internet culture, sedikit heartbreak diary jam 2 pagi.
Cece bukan datang sebagai solois “instan”. Perjalanan dari content creator menuju musisi profesional justru menjadi DNA utama dari Caramelting. EP ini terdengar seperti fase coming-of-age seorang kreator digital yang akhirnya menemukan bahasa emosinya lewat musik.
Dan ya, semuanya dibuat dengan kemasan yang sangat pop culture.
Diproduksi di Korea Selatan, Caramelting memadukan sound modern Asia-pop dengan sentuhan global production. Judulnya sendiri punya vibe yang cukup clever: “Caramel” dari nama Cece, lalu “melting” yang menggambarkan sensasi hangat, lembut, dan emosional yang ingin ia tularkan ke pendengar. Sweet, but emotionally unstable — persis formula pop generasi sekarang.
Baca juga : Audisi ke Seoul, Buka Jalan Talenta RI Tembus K-Pop
Beragam Genre Ala Gen-Z
Track pembuka, Fling Thing, langsung memberi energi flirtatious-pop dengan beat ringan dan melodi catchy. Ada campuran rap dan nuansa playful yang terasa seperti soundtrack jatuh cinta ala scrolling TikTok tengah malam. Lagu ini ditulis oleh samUIL, produser nominasi Grammy yang pernah bekerja dengan nama-nama besar K-Pop seperti SEVENTEEN dan NCT DREAM. Tidak heran jika aransemennya punya rasa polished khas Seoul pop factory.
Lalu ada Say Less, lagu yang menjadi emotional core dari EP ini. Sebuah K-ballad melankolis yang membiarkan vokal Cece lebih raw dan vulnerable. Lagu ini cocok untuk mereka yang percaya kadang hubungan paling rumit justru terjadi ketika dua orang terlalu lelah untuk bicara. “Say Less” juga berhasil masuk playlist Pop Rising Indonesia di Spotify dan Newcomer di YouTube Music — sinyal bahwa Cece mulai masuk radar pop audience Asia.
Sementara Buzzin’ jadi penutup dengan energi yang jauh lebih eksplosif. Diproduksi oleh Highkey Music dari Inggris, track ini seperti anthem pesta kecil anak-anak internet: cepat, vibrant, dan dibuat untuk dinyanyikan ramai-ramai.
Yang membuat Caramelting terasa menarik bukan hanya produksinya yang internasional, tapi bagaimana Cece mencoba membangun identitas di tengah generasi musisi yang lahir dari era algoritma. Ia paham estetika visual, tahu cara bermain di kultur digital, tetapi tetap ingin dikenali lewat musik.
Dan mungkin itu yang membuat debut ini terasa fresh: Cece Caramel tidak terdengar seperti sedang mengejar tren. Ia terdengar seperti seseorang yang tumbuh bersama tren itu sendiri. (Lukman Hqeem)

