Beritakota.id, Jakarta Selatan – Perpindahan venue myBCA International Java Jazz Festival 2026 dari kawasan JIExpo Kemayoran ke NICE PIK 2 sempat memunculkan satu pertanyaan besar di kalangan penikmat festival musik Jakarta: apakah penonton akan tetap seramai tahun-tahun sebelumnya?
Bukan tanpa alasan. Selama hampir dua dekade, Java Jazz identik dengan Kemayoran — lokasi yang dianggap “netral”, mudah dijangkau transportasi publik, dan dekat dengan pusat kota. Sementara PIK 2, meski kini berkembang menjadi kawasan hiburan dan lifestyle baru, masih dianggap cukup jauh bagi sebagian penonton, terutama mereka yang datang dari Jakarta Selatan, Depok, Bekasi, hingga Bandung.
Baca juga : Java Jazz Festival 2026 Siap Digelar Lebih Besar, Ella Mai hingga Jon Batiste Tampil
Menyadari kekhawatiran itu, Java Festival Production akhirnya menyiapkan strategi transportasi khusus untuk menjaga antusiasme festival tetap tinggi. Menjelang penyelenggaraan Java Jazz pada 29–31 Mei 2026, panitia resmi menghadirkan layanan shuttle gratis dan rutin menuju venue di NICE (Nusantara International Convention Exhibition) PIK 2.
Direktur Utama PT Java Festival Production, Dewi Gontha mengatakan layanan ini dirancang agar pengalaman festival tidak berhenti di dalam venue saja, tetapi dimulai sejak perjalanan menuju lokasi acara.
“Kami ingin memastikan perjalanan menuju dan dari festival dapat dinikmati dengan nyaman, baik oleh pengunjung maupun pekerja acara,” ujar Dewi dalam keterangannya, Kamis (8/5).
Panitia menggandeng sejumlah operator transportasi seperti Bluebird Group, TransJakarta melalui layanan Royaltrans, hingga KAI Bandara untuk mendukung akses menuju PIK 2.
Shuttle gratis dari Bluebird akan tersedia dari beberapa titik strategis seperti Lippo Mall Kemang, Plaza Senayan, fX Sudirman, hingga Sarinah Thamrin. Sementara penonton dari Bandung juga mendapat opsi perjalanan langsung melalui layanan Cititrans dari Dipati Ukur, Cihampelas Walk, dan Pasteur.
Tidak hanya itu, layanan Royaltrans juga membuka rute dari Dukuh Atas, Cilandak Town Square, Alam Sutera, Gambir, TMII, Tanjung Duren, hingga Stasiun Bandara Soekarno-Hatta menuju venue festival.
Langkah ini dinilai penting karena aksesibilitas menjadi salah satu faktor krusial dalam festival berskala besar. Di media sosial, sebagian penonton sebelumnya mengaku khawatir soal biaya transportasi tambahan, potensi macet, hingga sulitnya akses pulang malam dari kawasan PIK 2.
Namun di sisi lain, perpindahan venue juga memunculkan rasa penasaran baru. NICE PIK 2 menawarkan area yang lebih modern, luas, dan terintegrasi dengan kawasan hiburan baru di Jakarta Utara. Bagi Java Jazz, ini bisa menjadi babak baru yang mengubah pengalaman festival menjadi lebih premium dan destination-based.
Terlebih, lineup tahun ini termasuk salah satu yang paling ramai dibicarakan dalam beberapa edisi terakhir. Nama-nama seperti Jon Batiste, Daniel Caesar, Ella Mai, hingga band Korea Selatan wave to earth dipastikan tampil. Dari Indonesia, festival ini juga menghadirkan Mahalini, Maliq & D’Essentials, RAN, Slank, dan Yura Yunita.
Dengan 10 panggung dan puluhan penampilan setiap harinya, Java Jazz 2026 kini bukan cuma soal musik — tapi juga ujian apakah festival legendaris ini berhasil membawa penontonnya ikut “hijrah” ke rumah baru mereka di PIK 2. (Lukman Hqeem)

