Beritakota.id, Jakarta – Dompet Dhuafa memperkuat pemberdayaan ekonomi peternak desa melalui program domba kurban berbasis peternakan rakyat di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Menjelang momentum Iduladha 2026, program tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kurban yang tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan jaringan peternakan rakyat yang terintegrasi dengan program kurban nasional Dompet Dhuafa. Program tersebut sekaligus membuka peluang usaha baru bagi peternak kecil di daerah.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan menjelaskan, program ini merupakan pengembangan dari Program Jantara (Jaringan Tani Ternak) yang sebelumnya telah dijalankan Dompet Dhuafa.
Menurutnya, Dompet Dhuafa telah membangun sentra peternakan bernama Dompet Dhuafa Farm di Kendal sejak 2020–2021 sebagai basis pengembangan ternak produktif. Dari program tersebut kemudian lahir gagasan membangun jejaring peternakan rakyat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
“Kemudian kami menginisiasi di akhir 2025 untuk membuat jaringan peternakan. Lebih tepatnya bagaimana ternak yang ada di Dompet Dhuafa Farm itu juga bisa memberikan manfaat kepada peternakan-peternakan rakyat,” ujar Zaini saat kegiatan press tour di sentra peternakan Desa Tolokan, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026).
Pada tahap awal, Dompet Dhuafa Farm menyalurkan sebanyak 50 ekor domba kepada lima peternak lokal. Masing-masing peternak menerima 10 ekor domba jantan untuk dipelihara dan dikembangkan.
Zaini mengatakan, program tersebut dirancang agar peternak tidak lagi kesulitan mencari pasar penjualan ternak karena Dompet Dhuafa telah memiliki jaringan distribusi kurban yang berjalan setiap tahun.
Baca juga: Kurban Dompet Dhuafa 2026 Targetkan Jangkau 102 Daerah dan 7 Negara
“Ini usaha kecil kami agar peternak-peternak yang mengelola domba di rumahnya, di kandang-kandang pribadinya, itu sudah enggak pusing lagi. Domba atau kambing yang dikelola nanti pasti terjual. Kenapa? Karena di Dompet Dhuafa ekosistemnya sudah terbentuk, terutama momentum Iduladha,” jelasnya.
Pada Iduladha tahun ini, Dompet Dhuafa menargetkan distribusi sekitar 46 ribu ekor domba ke berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri. Khusus Jawa Tengah, distribusi mencapai sekitar 1.580 ekor domba.
“Kalau target di wilayah kami sendiri, total kurang lebih 2.000 ekor domba. Jadi kami masih bagian kecil dari serapan yang ada di Jawa Tengah,” tambahnya.
Ia menilai program kurban memiliki dampak strategis dalam meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat karena mampu menciptakan kepastian pasar sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan usaha peternakan secara mandiri.
“Kalau kemudian setiap tahun mereka punya domba, maka ada opsi mereka bisa bekerja sama dengan Dompet Dhuafa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tolokan, Dwi Wahono menyambut positif program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, kehadiran Dompet Dhuafa membantu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor peternakan lokal.
“Program ini membantu peternak lokal dan tepat sasaran. Jadi ini menambah kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Melalui penguatan jaringan peternakan rakyat ini, Dompet Dhuafa berharap program kurban tidak hanya menjadi kegiatan tahunan yang bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat desa. (***)

