Beritakota.id, Jakarta – Rasa aman kini menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan perempuan dalam memilih lingkungan kerja. Di tengah dinamika dunia profesional yang terus berkembang, perempuan tidak lagi hanya melihat peluang karier dan jenjang jabatan, tetapi juga bagaimana sebuah tempat kerja mampu menghadirkan kenyamanan, penghargaan, dan ruang yang sehat untuk berkembang.

Lingkungan kerja yang aman dinilai tidak hanya berkaitan dengan aturan formal perusahaan, tetapi juga tercermin dalam budaya kerja sehari-hari. Mulai dari pola komunikasi yang profesional, sikap saling menghargai, hingga terciptanya ruang yang membuat setiap individu merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat dan berkontribusi.

Bagi banyak perempuan, rasa aman menjadi fondasi penting agar mereka dapat bekerja lebih fokus, percaya diri, dan optimal dalam mengembangkan kemampuan.

Kondisi tersebut juga semakin menjadi perhatian generasi muda yang kini tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga lingkungan profesional yang suportif secara emosional serta menghargai keberagaman dan keseimbangan dalam bekerja.

Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma mengatakan lingkungan kerja yang sehat memiliki peran besar dalam mendukung perempuan untuk berkembang, terutama di sektor industri yang masih identik didominasi laki-laki.

“Tempat kerja adalah rumah kedua bagi banyak orang. Karena itu, penting untuk menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman agar setiap individu bisa berkembang dan bekerja secara maksimal,” ujar Nyiayu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/5/2026).

Menurutnya, pengalaman bekerja di industri infrastruktur membuat dirinya melihat langsung pentingnya budaya kerja yang benar-benar suportif bagi perempuan.

Baca juga: Semen Merah Putih Ungkap Kelebihan MPTree, Teknologi Serap Karbon 16 Kali Lebih Efektif

Ia menilai, ketika perempuan merasa aman di lingkungan kerja, mereka akan lebih percaya diri untuk menyampaikan perspektif, mengambil peran strategis, dan berkontribusi secara maksimal dalam organisasi.

“Lingkungan kerja yang sehat membuat perempuan lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih leluasa untuk berkembang,” katanya.

Nyiayu menambahkan, menciptakan ruang aman di tempat kerja bukan hanya soal menghadirkan regulasi tertulis, tetapi juga membangun budaya yang dijalankan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, budaya tersebut tercermin dari cara berkomunikasi, menghormati batasan personal, hingga tumbuhnya kesadaran bersama bahwa rasa aman dan nyaman merupakan tanggung jawab kolektif.

Seiring semakin terbukanya pembahasan mengenai kesetaraan dan kenyamanan di dunia profesional, rasa aman kini menjadi bagian penting dari ekspektasi perempuan terhadap tempat kerja modern.

Bukan lagi dianggap sebagai nilai tambahan, melainkan fondasi utama yang memungkinkan perempuan berkembang tanpa tekanan, stigma, maupun hambatan yang tidak perlu.

Pada akhirnya, lingkungan kerja yang benar-benar aman adalah ruang di mana perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, menyampaikan gagasan, hingga mengambil peran kepemimpinan secara optimal. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *