Beritakota.id, Jakarta – Di tengah industri musik yang semakin dikendalikan algoritma digital, tren viral media sosial, dan dominasi label besar, D’Masiv justru mengambil langkah yang berlawanan. Setelah 23 tahun berada di jalur industri arus utama, band asal Ciledug, Jakarta itu memilih berjalan sendiri sebagai grup independen. Bukan karena kehilangan tempat, melainkan karena ingin menemukan ruang yang lebih luas untuk berekspresi dan menjangkau pasar global dengan cara mereka sendiri.

Langkah itu mereka tandai lewat perilisan single terbaru bertajuk “On Our Own” yang resmi dilepas pada Kamis (20/05/2026) melalui MSV Records. Lagu tersebut menjadi rilisan pertama D’Masiv setelah resmi berpisah dari label Musica Studio’s, sekaligus membuka fase baru perjalanan Rian (vokal), Kiki (gitar), Rama (gitar), Rai (bass), dan Why (drum) sebagai band independen. Diproduseri Ryan Benyo, “On Our Own” tidak hanya menjadi lagu baru, tetapi simbol transformasi identitas D’Masiv setelah lebih dari dua dekade bertahan di industri musik Indonesia.

Baca juga : D’Masiv Wujudkan Mimpi Besarnya Tour Ke Amerika

Pilihan menjadi independen memperlihatkan bagaimana lanskap industri musik kini telah berubah. Di era distribusi digital dan kolaborasi lintas negara, label besar bukan lagi satu-satunya pintu menuju pasar internasional. Identitas artistik, fleksibilitas, dan keberanian bereksperimen justru menjadi mata uang baru. D’Masiv tampaknya membaca perubahan itu dengan serius. Setelah bertahun-tahun dikenal lewat lagu-lagu pop melankolis berbahasa Indonesia, mereka kini mencoba membuka kemungkinan baru melalui pendekatan musik yang lebih global.

Semakin Banyak Musisi Memilih Jalur Independen

Perkembangan platform streaming dan distribusi digital membuat musisi kini memiliki lebih banyak pilihan untuk merilis karya tanpa harus bergantung pada label besar. Dengan jalur independen, artis dapat memiliki kontrol yang lebih besar terhadap proses kreatif, strategi promosi, hingga kepemilikan karya mereka sendiri. Tren ini juga semakin membuka peluang bagi musisi untuk menjangkau pasar internasional secara langsung.

Jalan Baru Menuju Pasar Global

Peluncuran video musik “On Our Own” dilakukan di Halte TransJakarta Tosari, ruang publik di jantung ibu kota yang sibuk dan dinamis. Pemilihan lokasi tersebut terasa simbolis, seolah menggambarkan perjalanan baru D’Masiv yang kini bergerak tanpa “kendaraan” label besar. Video musik itu disutradarai oleh Dmaz Brodjonegoro, creative director yang selama ini menjadi kolaborator visual penting bagi band tersebut. Secara resmi, video musik “On Our Own” baru akan dirilis di kanal YouTube pada 2 Juni mendatang.

Menurut Rian, lagu ini merupakan refleksi jujur tentang dunia yang semakin bising dan penuh kepura-puraan. “Lagu ini menggambarkan perjalanan manusia sejak lahir dengan tangisan lalu tumbuh di kenyataan kehidupan yang keras dan tak mudah. Pun demikian, dengan kebersamaan bisa menghadapi semua itu,” ujarnya.

Lagu tersebut ditulis Rian bersama Daniel Zethi, musisi asal Bandung. Di balik lirik dan nuansanya, “On Our Own” juga menjadi representasi perjalanan personal D’Masiv dalam memilih jalur mandiri. Keputusan itu, menurut mereka, bukan untuk membuktikan diri lebih idealis, melainkan agar memiliki kebebasan lebih besar dalam berkolaborasi dan berekspresi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, D’Masiv menjalin kerja sama dengan A&R Worldwide, perusahaan international artist discovery and development asal Los Angeles, Amerika Serikat, yang dikenal pernah bekerja dengan sejumlah nama besar seperti Adele, Coldplay, dan Katy Perry. Dari kolaborasi itulah D’Masiv dipertemukan dengan Ryan Benyo, produser yang sebelumnya pernah menangani Parachute, Sheppard, hingga Lisa Loeb.

“Ia pernah memproduseri Parachute, Sheppard dan Lisa Loeb, makanya kami setuju untuk bekerja sama dengannya dan prosesnya juga seru,” kata Rian. “Masukannya membuat lagu ini terasa berbeda dari produksi D’Masiv sebelumnya. Ini sesuai dengan apa yang kami harap dan bayangkan sebelumnya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, D’Masiv juga melibatkan dua nama besar peraih Grammy Awards, yakni Mark Needham untuk proses mixing dan Howie Weinberg untuk mastering. Sentuhan internasional itu terasa menjadi bagian dari upaya serius D’Masiv untuk menembus pasar yang lebih luas.

Mimpi Besar Setelah Dua Dekade

Setelah delapan album yang hampir seluruhnya berisi lagu berbahasa Indonesia, “On Our Own” menjadi langkah penting D’Masiv untuk menjangkau pendengar global. Menurut Rian, keinginan membuat lagu berbahasa Inggris sebenarnya telah mereka impikan sejak satu dekade terakhir.

“Kami sudah impikan punya lagu berbahasa Inggris sejak 10 tahun lalu, dan di dua album terakhir kami menyelipkan sebuah lagu berbahasa Inggris,” jelasnya. “Kami ingin membuat album yang bisa dimengerti semua orang di seluruh dunia. On Our Own bisa menjadi alat melebarkan pasar D’Masiv.”

Dari tiga lagu yang direkam di Los Angeles pada awal tahun ini, “On Our Own” akhirnya dipilih sebagai single pertama karena dianggap paling mampu mewakili semangat era baru mereka.

“Dari musik, lirik dan semangatnya, maka single ini menjadi penanda bahwa kami siap untuk bisa mengarungi perjalanan yang baru,” kata Rian.

Untuk urusan visual, D’Masiv kembali mempercayakan Dmaz Brodjonegoro sebagai sutradara video musik sekaligus creative director. Menurut Rian, Dmaz dianggap memahami identitas visual band dan mampu menjaga benang merah perjalanan artistik mereka.

“Kami membebaskannya untuk membuat konsep seabsurd dan seliar mungkin serta mengeksplor apa yang ada di pikirannya,” ujar Rian.

Tantangan D’Masiv Menembus Pasar Musik Global

Persaingan di industri musik global tidak hanya ditentukan oleh kualitas lagu, tetapi juga strategi pemasaran, jaringan industri, dan kemampuan membangun basis penggemar lintas negara. Karena itu, kolaborasi dengan produser, engineer, dan mitra industri internasional menjadi langkah penting bagi musisi yang ingin memperluas jangkauan pendengarnya. Upaya tersebut kini tengah ditempuh D’Masiv sebagai bagian dari strategi memperkenalkan karya mereka ke pasar yang lebih luas.

“Kami masih akan merilis satu sampai dua single lagi sambil menyelesaikan album yang akan dilepas pada awal 2027. Mudah-mudahan bisa tur dunia sesudahnya,” kata Rian. “Kami bermimpi bisa bermain di Glastonbury, Coachella, Lollapalooza, dan Fuji Rock. Semoga On Our Own bisa membawa kami ke sana dan semoga lagu ini bisa menjadi pembuka untuk D’Masiv dikenal tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia,” pungkasnya. (Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *