Beritakota.id, Jakarta – Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, ribuan jemaah Indonesia mulai bersiap kembali ke Tanah Air. Gelombang pertama kepulangan jemaah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi dijadwalkan tiba pada Senin (1/6/2026), dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi pintu masuk utama.
Pemerintah bersama penyelenggara ibadah haji telah menyiapkan berbagai skema pelayanan guna memastikan proses pemulangan berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi para jemaah yang telah menjalani ibadah selama lebih dari satu bulan di Arab Saudi.
Soekarno-Hatta Sambut 830 Jemaah Haji Perdana
Pelaksana Harian Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Andika Widyanarko, mengatakan sebanyak 830 jemaah haji asal Jakarta dan Jawa Barat akan menjadi rombongan pertama yang tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Menurutnya, kedatangan tersebut terbagi dalam dua penerbangan berbeda. Jemaah asal Jawa Barat yang berjumlah 441 orang dijadwalkan mendarat lebih dahulu menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines nomor penerbangan SV 5120 pada pukul 16.30 WIB. Sementara itu, 389 jemaah asal Jakarta akan tiba pada malam hari menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 7601 sekitar pukul 22.45 WIB.
Baca juga: Calon Jemaah Haji Brebes 2026 Naik Jadi 1.295 Orang, Bupati Ingatkan Jaga Nama Baik Daerah
Kedatangan kloter perdana ini menandai dimulainya arus balik haji Indonesia yang akan berlangsung secara bertahap hingga seluruh jemaah kembali ke daerah asal masing-masing.
Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Jalur Khusus Haji
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, memastikan seluruh fasilitas dan personel telah disiagakan untuk melayani kepulangan jemaah haji.
Proses kedatangan akan dipusatkan melalui Terminal 2 yang telah disiapkan sebagai jalur khusus layanan haji. Selain itu, area parkir dan pergerakan bus pengangkut jemaah menuju embarkasi juga telah diatur agar tidak mengganggu operasional penerbangan reguler.
Heru menegaskan keluarga tidak diperkenankan melakukan penjemputan langsung di area bandara. Jemaah akan terlebih dahulu dibawa ke embarkasi masing-masing sebelum bertemu dengan keluarga di daerah asal.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran arus kedatangan serta menghindari kepadatan di area terminal.

