Beritakota.id, Bekasi – Perjalanan hidup Imam Pesuwaryantoro menjadi bukti bahwa pendidikan, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka (UT) Jakarta periode 2022–2026 ini berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan predikat memuaskan dan meraih IPK 3,11, di tengah kesibukannya menjalani berbagai profesi sekaligus.
Sejak masih berstatus mahasiswa, Imam aktif bekerja sebagai freelance konsultan media, voice over talent, hingga sesekali menjadi pengemudi transportasi online. Beragam pekerjaan tersebut dijalani untuk membangun pengalaman, memperluas jaringan, sekaligus meningkatkan kapasitas diri sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Menurut Imam, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Penguasaan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing di dunia profesional.
“Mahasiswa harus mulai mengembangkan skill yang benar-benar dibutuhkan industri. Jangan hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga membangun pengalaman, jejaring, dan kemampuan yang bisa memberikan nilai tambah ketika memasuki dunia kerja,” ujar Imam Pesuwaryantoro, Sabtu (6/6/2026).
Kerja keras yang dijalani selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Dari berbagai pekerjaan sampingan yang ditekuni, Imam berhasil mengumpulkan modal untuk membeli lahan dan mengembangkan usaha kos-kosan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini, properti tersebut telah berkembang menjadi aset dengan 12 kamar kos yang memberikan pemasukan berkelanjutan.
Bagi Imam, pencapaian tersebut merupakan bukti bahwa konsistensi, disiplin, dan kemampuan mengelola prioritas dapat menjadi fondasi menuju kemandirian finansial atau financial freedom.
Selain aktif di dunia bisnis, Imam juga menunjukkan kiprah di tingkat internasional. Ia dipercaya menjabat sebagai Country Director pada organisasi global Global Network of Political Leaders yang berbasis di Amerika Serikat. Posisi tersebut memberikan kesempatan baginya untuk memperluas jejaring internasional sekaligus berkontribusi dalam membangun komunikasi lintas negara.
Di bidang profesional, Imam saat ini juga berkarier sebagai Sustainability & Communication Specialist di Plasticpay, perusahaan yang bergerak di sektor pengelolaan dan daur ulang sampah plastik. Peran tersebut memperlihatkan komitmennya terhadap isu keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan pelestarian lingkungan.
Prestasinya pun terus bertambah melalui berbagai kompetisi dan forum nasional maupun internasional. Pada tahun 2025, Imam meraih Juara 1 The Best Youth Innovation Speakup Forum dalam ajang Japan International Youth Innovation Summit (JIYIS) di Tokyo, Jepang. Sebelumnya, pada 2024, ia bersama timnya memperoleh penghargaan The Best Team pada 1st Youth Environmental Festival yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan mengangkat inovasi pengelolaan limbah minyak jelantah.
Tidak hanya itu, Imam juga mendirikan Platform Jasa Media Rilis, sebuah media agency yang menyediakan layanan publikasi media massa, branding, press release, serta kampanye komunikasi strategis. Melalui platform tersebut, ia membantu berbagai individu, organisasi, maupun perusahaan dalam membangun reputasi dan memperluas jangkauan komunikasi mereka.
Menurut Imam, keberhasilan tidak datang secara instan. Manajemen waktu, kemampuan menentukan prioritas, serta keberanian mengambil peluang menjadi faktor utama yang membantunya mencapai berbagai pencapaian tersebut.
“Manajemen waktu dan prioritas adalah kunci. Dengan konsistensi, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang, setiap orang bisa membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap kisah perjalanannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan generasi muda Indonesia untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan tidak takut mencoba berbagai peluang baru.
“Jangan menunggu lulus untuk mulai berkarya. Dunia kerja saat ini membutuhkan orang-orang yang mampu beradaptasi, memiliki keterampilan yang relevan, dan siap memberikan solusi. Semakin cepat mengasah kemampuan, semakin besar peluang untuk berkembang,” tutupnya.
Kisah Imam Pesuwaryantoro menunjukkan bahwa kuliah sambil bekerja bukanlah hambatan untuk meraih kesuksesan. Melalui kombinasi pendidikan, pengalaman kerja, kewirausahaan, serta kepedulian terhadap isu global dan lingkungan, ia membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu menciptakan masa depan yang lebih baik melalui kerja keras dan penguasaan skill yang sesuai dengan kebutuhan industri. (***)

